Kriminalitas Samarinda

Polisi Bongkar Makam Bayi Tanpa Kepala

publicanews - berita politik & hukumJasad bayi tanpa kepala usai dievakuasi ke RSUD AW Syachranie, Desember 2019. (Foto: korankaltim.com)
PUBLICANEWS, Samarinda - Polisi akan membongkar makam bayi Ahmad Yusuf Ghazali (4) yang tewas tanpa kepala saat ditemukan di sebuah parit, awal Desember lalu.

Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman mengatakan, pembongkaran makam untuk menjawab keraguan orang tua korban terhadap dugaan kasus penjualan organ tubuh.

"Pemeriksaan tambahan dari forensik, kami panggil dan hadirkan dokter forensik dari Mabes Polri," ujar Arif di kantornya, Senin (17/2)

Otopsi akan dilakukan pada Selasa (18/2), mengingat Tim Labfor Mabes Polri baru datang hari ini. Ia memastikan jajarannya akan membantu proses pembongkaran makam.

"Ini untuk menentukan cara dan sebab kematian. Sebagai second opinion," ujarnya.

Jenazah korban sebelumnya sempat diotopsi oleh Tim Labfor Polres Samarinda namun hasilnya tak ditemukan bukti kekerasan. Keluarga tidak puas dengan kinerja Polresta dan menuntut otopsi ulang.

Arif menjelaskan, keluarga korban kemudian mengadu ke pengacara kondang Hotman Paris di Jakarta. Dari hasil konsultasi itulah muncul dugaan Yusuf menjadi korban penjualan organ tubuh.

"Kami tidak menutup diri adanya bukti atau alat bukti baru. Keluarga korban mendapat informasi dugaan korban diculik dan diambil organ tubuhnya," Arif menambahkan.

Ia berharap hasil otopsi oleh Tim Labfor Mabes Polri nantinya menemukan bukti maupun fakta baru penyebab tewasnya balita tanpa kepala tersebut.

"Mungkin apa yang dilakukan Mabes Polri akan memberikan jawaban yang bisa diterima keluarga korban," katanya.

Keluarga menyatakan kehilangan Yusuf pada pertengahan November 2019. Beberapa hari kemudian warga menemukan jasad Yusuf di sebuah parit.

Dalam kasus ini polisi menetapkan dua pengasuh PAUD, yakni Marlina (26) dan Tri Suprana Yanti (52), sebagai tersangka karena dianggap lalai. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top