Kepri

Panitia Pembangunan Gereja Katolik Karimun Dipolisikan

publicanews - berita politik & hukumKondisi Gereja Katolik Paroki Santo Joseph di Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono membenarkan adanya laporan polisi yang diajukan Aliansi Peduli Kabupaten Karimun (APKK). Terlapor adalah dua pengurus Gereja Katolik Paroki Santo Joseph di Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

Argo mengatakan, polisi akan melakukan klarifikasi atas laporan tersebut. "Penyidik perlu meminta keterangan seperti apa kejadiannya," ujarnya saat dimintai konfirmasi, Senin (17/2).

Kedua orang yang dilaporkan yaitu pengurus gereja Romeskus Purba dan ketua pembangunan Damianus. Romeskus dilaporkan dengan sangkaan pelanggaran UU ITE dan UU Bangunan.

"Surat panggilan terkait UU ITE pada Jumat (14/2), dan UU bangunan pada Sabtu (15/2)," kata Romeskus. Namun, ia meminta dijadwal ulang dalam pekan ini karena pekan lalu ia berada di Jakarta.

"Saya kooperatif saja. Perasaan saya tidak (melakukan kesalahan), kenapa harus takut," ia menambhkan.

Diketahui, renovasi gereja yang telah berdiri pada 1928 ini ditolak sejak 2013. Aksi massa terjadi ketika peletakan batu pertama renovasi pada 25 Oktober 2019 lalu.

Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) dan Aliansi Peduli Kabupaten Karimun (APKK) telah mengajukan gugatan ke PTUN atas putusan Pemerintah yang mengeluarkan IMB gereja.

Menurut Bupati Karimun Aunur Rafiq, massa menolak renovasi karena gereja tersebut merupakan cagar budaya. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk relokasi gereja di bilangan Jalan Jenderal Sudirman, Poros Meral Kota, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, atau tepatnya sebelah Masjid Agung Karimun. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top