Kriminalitas Jakarta

Klinik Aborsi Paseban Gugurkan 903 Janin

publicanews - berita politik & hukumPolda Metro Jaya menggelar kasus pengungkapan praktik aborsi di sebuah klinik ilegal di Paseban, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (14/2). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi membongkar praktik klinik aborsi di kawasan Paseban, Jakarta Pusat. Ditemukan fakta 903 janin digugurkan oleh oknum dokter A alias MM, bidan RM, dan karyawan berinisial SI.

Klinik aborsi tersebut tidak bernama, promosinya secara daring.

"Tetapi klinik ini dikenal Klinik Aborsi Paseban kalau disosialisasikan melalui website," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam gelar kasus di TKP, Jumat (14/2).

Oknum dokter A ternyata seorang residivis, ia telah beroperasi 21 bulan. Menurut Yusri, sudah 1.632 pasien yang datang ke klinik dan 903 di antaranya menggugurkan kandungannya.

"Dokter A ini memang dokter lulusan universitas di Sumut, tapi belum memiliki spesialisasi," ujarnya.

Dokter A pernah menjadi PNS di Riau namun dikeluarkan karena pelanggaran disiplin. Ia juga sempat divonis tiga bulan dalam kasus serupa.

Dokter A bersama bidan RM sudah berteman lama. RM merupakan mantan PNS dan pernah terjerat kasus praktik aborsi ilegal di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

"RM juga pernah dipenjara. Dia mempromosikan praktik aborsi itu lewat website," Yusri menambahkan.

Begitu juga SI, ia residivis kasus serupa. Yusri menjelaskan, pasien yang datang memiliki permasalahan yang sama, mulai gagal program KB hingga larangan hamil dalam kontrak kerja.

"Pasien tergiur karena aborsi dilakukan oleh dokter profesional dan di tempat yang steril. Hampir seluruh Indonesia datang ke sini," ia menjelaskan.

Praktik ilegal itu bisa meraup untung Rp 5,5 miliar. Tarif yang ditentukan berdasarkan kondisi janin mulai Rp 1 juta sampai Rp 15 juta. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top