Kriminalitas Palangkaraya

Polisi Bongkar Klinik Kecantikan Ilegal

publicanews - berita politik & hukumWakil Direktur Reskrimsus Polda Kalteng AKBP Teguh Widodo gelar kasus klinik kecantikan ilegal. (Foto: kaltengpos.co)
PUBLICANEWS, Palangkaraya - Polisi membongkar praktik klinik kecantikan ilegal di salah satu hotel berbintang di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Kalteng AKBP Teguh Widodo mengatakan praktik tersebut terungkap pada Rabu (29/1) pekan lalu.

"Pelakunya berinisial HN (33), warga Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng," kata Teguh dalam gelar kasus di Mapolda Kalteng, Palangkaraya, Selasa (4/2).

HN merupakan pemilik sekaligus dokter yang menangani pasien. Ia diduga memiliki banyak pelanggan tetap. Pelaku memanfaatkan salah satu kamar di hotel itu untuk menjalankan aksinya.

"Kami menggerebek kamar itu dan pelaku tidak berkilah. Selanjutnya, petugas membawa pelaku ke Polda untuk pemeriksaan," ujarnya.

Kepada polisi HN mengaku sudah berpraktik sejak Juni 2019. Ternyata praktik ilegalnya itu tidak hanya di satu tempat, melainkan beberapa hotel dan salon di Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Lokasinya di mana saja masih kita telusuri," Teguh menambahkan.

HN mematok tarif mulai Rp 50 ribu sampai Rp 3 juta. Klinik tersebut juga dilengkapi peralatan cukup lengkap.

Pelanggan yang datang, kata Teguh, biasanya meminta HN memperbaiki kekurangan maupun sekadar perawatan dengan serum.

"Untuk penghilang praktik mikrodermabrasi atau penghilang kerutan dipatok Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per area," katanya.

Teguh menegaskan selain praktik HN yang tidak berizin, polisi juga menindaklanjuti peralatan dan fasilitas yang digunakan pelaku.

Pasalnya, HN menggunakan obat-obatan atau alat medis seperti jarum untuk menyuntik obat bius diduga belum berizin.

"Berdasarkan pengakuannya sudah sekitar 25 orang. Namun tidak menutup kemungkinan lebih dari itu," ujar Teguh. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top