Putri Gus Dur Desak Pemerintah Jamin Kemerdekaan Beribadah di Minahasa

publicanews - berita politik & hukumSpanduk penolakan pendirian tempat ibadah Muslim di Minahasa, Kamis (30/1). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Alissa Wahid, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menyesalkan pengrusakan tempat ibadah di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Ia menyebut kemerdekaan beribadah merupakan hak konstitusi.

"Kemerdekaan beribadah sesuai agama atau keyakinan adalah hak konstitusi," kata Alissa lewat akun Twitter @alissawahid.

Ia mendesak Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjamin kemerdekaan beribadah warga muslim di Tumaluntung. "Negara harus menjamin dan melindunginya, termasuk bagi kelompok minoritas agama," ia menambahkan.

Dalam unggahannya itu, Alissa juga menyertakan foto spanduk alasan warga di Tumaluntung, menolak tempat ibadah muslim. "Ini sudah masuk kategori hate-speech. Akibat dari mayoritarianisme dimana yang mayoritas merasa lebih berhak," ujarnya.

Dalam spanduk itu tertulis alasan penolakan keberadaan tempat beribadah muslim. Penolak beralasan penduduk sekitar tempat ibadah itu 95 persen nonmuslim. Warga juga mengaku terganggu akibat kebisingan toa.

Kasus perusakan tempat ibadah Muslim ini terjadi Rabu (29/1) lalu. Video perusakan oleh warga di lokasi viral di media sosial. Polisi setempat menyebut warga merusak balai pertemuan yang difungsikan sebagai tempat beribadah. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top