Surabaya

Divonis 5 Bulan, ASN Terdakwa Ujaran Rasis Mahasiswa Papua Langsung Bebas

publicanews - berita politik & hukumTerdakwa Syamsul Arifin menjalani sidang vonis ujaran rasis di PN Surabaya, Kamis (30/1). (Foto: beritalima)
PUBLICANEWS, Surabaya - Pengadilan Negeri Surabaya memvonis 5 bulan penjara bagi terdakwa Syamsul Arifin dalam kasus ujaran rasisme di Asrama Mahasiswa Papua beberapa waktu lalu.

Namun vonis itu membuatnya bisa menghirup udara bebas karena masa tahanan yang telah dijalaninya tepat 5 bulan.

Dalam amar putusannya, hakim menilai bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

"Terdakwa Syamsul Arifin secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras," kata hakim ketua Yohanes Hehamony saat membacakan putusan di PN Surabaya, Kamis (30/1).

Pertimbangan meringankan bagi ASN Kecamatan Tambaksari, Surabaya, itu adalah bersikap baik selama persidangan. Syamsul sendiri sudah menjalani tahanan sejak 3 September 2019.

Atas putusan itu terdakwa menerima dengan lega. Sementara jaksa menyatakan pikir-pikir.

"Alhamdulillah, menerima. Besok langsung pulang. Saya juga sudah minta maaf. Saya hanya mematuhi dan kooperatif," ujar Syamsul.

Syamsul merupakan salah satu orang yang melontarkan makian bernada rasis ke arah penghuni asrama. Aksinya itu terekam video dan viral di media sosial.

Insiden tersebut juga disebut sebagai pemicu pecahnya kerusuhan di sejumlah kota Papua dan Papua Barat. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top