Kriminalitas Jakarta

Dua Agen Penjual ABG Punya Banyak Jaringan Prostitusi

publicanews - berita politik & hukumPara tersangka jaringan Mami Atun dalam gelar kasus perdagangan anak. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tersangka AH dan H yang ditangkap pada Sabtu (25/1) pekan lalu bukan hanya memasok para gadis kepada jaringan Mami Atun cs, polisi menduga keduanya juga memasok kepada germo lain.

Sampai saat ini polisi menduga AH dan H merupakan agen penjual gadis di bawah umur.

"Kami masih mendalami dulu. Penyidik juga masih bergerak dan mengembangkan apakah ada kemungkinan kafe-kafe lain," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (27/1).

Penyidik juga menelusuri gadis-gadis di bawah umur yang dijual ke kafe-kafe langganan Mami Atun cs. Menurut Yusri, AH dan H merekrut para gadis dan dijual di kawasan Jakarta Barat.

"Tersangka H ini memang punya kaki tangan, mencari di daerah-daerah menggunakan media sosial," ia menjelaskan.

Dari pengakuan H kepada polisi, ia mendekati calon korban dan menawarkan untuk bekerja sebagai pramusaji di restoran dengan gaji Rp 5-6 juta per bulan. "Janjinya jadi pramusaji restoran di tempat-tempat hiburan. Ternyata beda, dijual ke tempat kafe-kafe remang-remang itu," Yusri menambahkan.

Tak jauh berbeda dengan H, tersangka AH memasarkan gadis-gadis bawah umur ini di beberapa tempat sesuai dengan wilayah cakupannya. AH terhubung langsung dengan banyak muciakri, termasuk Mami Atun dan Mami Tuti yang menjual seharga Rp 750 ribu-Rp 1,5 juta.

"Dia (AH) bekerja setiap hari sebagai agen kepada banyak mucikari untuk memasarkan para korban," Yusri menegaskan.

Diketahui Mami Atun memaksa gadis-gadis di bawah umur untuk berhubungan badan dengan pria hidung belang. Sementara Mami Tuti menugaskan tersangka D alias F dan TW mencari calon korban lewat media sosial. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top