Underpass Kemayoran Tenggelam, Anies: Itu Wewenang Setneg

publicanews - berita politik & hukumAir banjit menggneang underpass Kemayoran, Jumat (24/1). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Hujan pada Jumat (24/1) membuat underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, tergenang air dengan ketinggian dua meter. Pemprov DKI Jakarta menyebutkan kewenangan pengelolaan jalan bawah tanah itu ada pada Kementerian Sekretariat Negara (Setneg).

"Kawasan itu memang berada dalam pengelolaan Kementerian Sekretariat Negara. Tapi Pemprov DKI ikut membantu untuk memastikan itu bisa tuntas segera," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Hotel Gran Sahid, Jakarta, Minggu (26/1).

Anies menambahkan, Pemprov DKI tetap memberikan bantuan mengerahkan enam mobil pompa. Lalu juga dibantu dua pompa pemadam kebakaran.

"Meskipun bukan kewenangan kita, tapi ini bentuk DKI akan terus ikut mengambil tanggung jawab terhadap masalah," ujar Anies.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono buka suara menanggapi pernyataan Pemprov DKI Jakarta. Ia meminta hal itu tidak dijadikan polemik. Ia meminta pemerintah daerah dan pusat bersinergi demi kepentingan menangani banjir.

"Saya minta jajaran pejabat Pemda DKI, khususnya dalam menangani banjir agar tidak berpolemik, tapi harus bersinergi," katanya, Minggu siang.

Pembangunan underpass Kemayoran, katanya, merupakan keputusan bersama. "Pasti sudah ada design engineering yang telah dibahas bersama antara Tim DKI dan Kementerian PU,” Heru menjelaskan.

Menurut Heru, sebenarnya semua wilayah Jakarta menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Sepatutnya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI bukan hanya sekedar membantu," ujarnya.

Direktur PPK Kemayoran Riski Renando mengatakan belum surutnya genangan air disebabkan selain ada pompa yang sempat rusak juga posisi waduk sudah di bawah permukaan air laut. Air disedot dan dialirkan ke waduk.

"Dari waduk itu kita angkat lagi air itu ke rawa. Jadi ada waduk dan rawa di atas. Kita ada rumah pompa di situ, ada 3 pompa. Kapasitas 2.000 liter per detik, 1 pompa. Rawa ini yang berhubungan langsung dengan sungai (Sentiong)," kata Riski.

Saat ini, kondisi sungai sudah penuh air sehingga air balil lagi ke bawah. Dengan demikian, air kembali ke rawa dan masuk ke waduk dan kembali mengalir ke underpass Kemayoran. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top