Kriminalitas Jakarta

Prostitusi Anak di Kalijodo, Dijadikan Budak Tanpa Gaji

publicanews - berita politik & hukumTersangka dalam jaringan prostitusi anak di Kalijodo yang diringkus Polda Metro Jaya. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan fakta baru terhadap kasus prostitusi anak jaringan Mami Atun dan Mami Tuti.

Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah mengatakan, gadis-gadis yang dipekerjakan para tersangka diberlakukan secara tidak manusiawi.

"Kegiatan mereka diawasi. Pemilik kafe merampas hape mereka dan tak memberi mereka gaji," kata Maryati kepada wartawan, Minggu (26/1).

Gadis-gadis tersebut, ujar Maryati, sudah tujuh bulan bekerja sebagai PSK. Ada juga yang baru seminggu direkrut harus melayani para pria hidung belang.

"Mereka (di Cafe Khayangan) punya standar kerja tinggi, dan anak-anak ini kaget semua," ujarnya.

Ia prihatin setelah mendengar kesaksian para korban bahwa hidup mereka tersiksa. Sempat terbesit di kepala mereka untuk kabur tapi tidak bisa.

"Mereka bilang ada istilahnya penjagaan ketat. Mereka cerita 'Ibu, bagaimana saya mau kabur, saya diikuti, setiap pintu nyaris tidak bisa dilewati," ia menuturkan.

Pemilik kafe seolah menjadikan korban seperti budak. Para korban diberikan kebutuhan perlengkapan rias untuk menarik tamu. Namun peralatan itu dihitung sebagai utang.

Maryati menilai kejahatan yang dilakukan jaringan Mami Atun dan Mami Tuti ini terbilang sangat matang.

"Saya sebut ini perbudakan modern karena kalau si korban diberi kuasa atas dirinya, sekalipun dia dilacurkan," ia menegaskan.

Praktik prostitusi di 'Cafe Khayangan' di daerah Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, terbongkar. Sepuluh anak baru gede (ABG) dijajakan untuk melayani nafsu pria hidung belang.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, Kafe Khayangan adalah pecahan dari prostitusi di Kalijodo yang dibongkar Pemprov DKI Jakarta.

Total ada tujuh tersangka yang ditangkap. Jaringan ini merekrut korban berusia 14-18 tahun melalui media sosial dengan diiming-imingi gaji besar.

Dari bisnis lendirnya itu, Mami Atun cs meraup omzet hingga Rp 2 miliar per bulan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top