Jakarta

PSI Sebut Kontraktor Revitalisasi Monas Beralamat di Pabrik Tahu

publicanews - berita politik & hukumPenebangan pohon untuk revitalisasi di kawasan Monas. (Foto: Twitter/@trotoarian)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) rajin mengkritisi persoalan Jakarta. Kali ini politikus PSI Justin Adrian menyorot proyek Revitaliaasi Monumen Nasional (Monas). Bukan saja soal molor pekerjaan dan penebangan 198 pohon, tetapi juga alamat kantor kontraktor.

Justin yang meminta anggota DPC PSI di Ciracas, Jakarta Timur, menelusi lokasi alamat kantor PT Bahana, Jalan Nusa Indah No. 33 RT 01 RW 07 Ciracas mendapat informasi mencengangkan. "Katanya mereka hanya menemukan pabrik tahu," ujarnya, Selasa (21/1).

Hasil penelusuran lain menunjukkan PT Bahana menyewa alamat perusahaan percetakan dan co-working space Cahaya33, di Jakarta Timur. Virtual office PT Bahana bersama sekitar 40 perusahaan lain meminjam tempat usaha percetakan tersebut sebagai lokasi kantor.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Pemprov DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan rekam jejak kontraktor cukup bagus.

"Kontraktornya pernah membangun di Masjid Agung Sumbar dan pekerjaannya saya kira bagus. Saya pertama memang agak meragukan, ternyata bagus," katanya di Balaikota.

Heru menambahkan revitalisasi Monas merupakan hasil sayembara pada awal 2019. Konsep utama yaitu membuat area terbuka. "Memang perancangan dari dulunya kan memang itu terbuka, dari perancangan awal memang itu terbuka," ujarnya.

Mengenai penebangan pohon, ia mengatakan akan diganti 10 kali lipat. Ia menyebut konsep revitalisasi merujuk pada ruang terbuka Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Heru mengakui kontraktor molor dalam menyelesaikan pekerjaan. "Kontraknya itu 12 November, 50 hari selesai berarti akhir Desember (2019) harusnya. Desember enggak kelar berarti ada perpanjangan waktu 50 hari. Berarti nanti perkiraan di akhir Februari (selesai)," ia menjelaskan.

Kontraktor, katanya, didenda per-satu hari keterlambatan dengan dipotong satu mil dari nilai kontrak. Heru tidak menyebutkan nilai dendanya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top