Pentolan Sunda Empire Jalani Pemeriksaan Polisi

publicanews - berita politik & hukumEks Gubernur Jendral Nusantara Territory His Royal Highness Rangga Sasana (ketiga dari kanan) bersama para perwira Sunda Empire.
PUBLICANEWS, Bandung - Petualangan Sunda Empire alias Kekaisaran Sunda segera berakhir. Polisi telah bertindak dengan memeriksa pentolan kerajaan yang konon akan mengendalikan dunia mulai 15 Agustus 2020 itu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso mengetakan telah memeriksa empat orang yang terdiri dari dua petinggi Sunda Empire dan dua anggota yang videonya viral.

“Semuanya ada empat orang yang kita periksa. Salah satunya perdana menteri dan termasuk yang dari UPI (Universitas Pendidikan Indonesia),” kata Saptono, Selasa (21/1).

Menurut Saptono, polisi memulai penyelidikan berdasar laporan model A alias penyelidikan berdasarkan temuan polisi sendiri. Pemeriksaan sudah dimulai sejak Senin kemarin. Penyelidikan akan ditindaklanjuti dengan meminta keterangan ahli budaya Jawa Barat.

Salah satu petinggi Sunda Empire adalah Edi Raharjo yang mengklaim sebagai Ki Ageng Rangga Sasana atau Raden Rangga. Edi tercatat sebagai penduduk Grinting, Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Lewat video dalam YouTube, Raden Rangga mengklaim kekaisarannya memiliki 54 anggota negara. Ia bahkan menyebutkan Sunda Empire-Earth Empire itu merupakan sebuah kekaisaran matahari yang terbagi dalam enam wilayah yang berpusat di Sunda Nusantara.

"Bicara Nusantara bukan bicara Indonesia, ada 54 negara. Kalau itu dia adalah Gubjen Eropa itu the king of king. Istilah kerennya Gubjen," ujar Rangga yang mengaku sebagai eks Gubernur Jendral Nusantara Territory His Royal Highness.

Dalam video berdurasi 1 menit 35 detik yang diunggah pada Sabtu (18/1), Raden Rangga mengklaim hanya Sunda Empire yang bisa menghentikan nuklir. Ia juga menyebutkan akan segera mengumumkan sebuah sistem yaitu empire system bersama Jack Ma dan Bill Gates. Belum diketahui apakah kedua nama itu sama dengan orang paling tajir sejagad. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top