Sudah Ada IMB, Pendirian Gereja di Karimun Kepri Tetap Ditolak

publicanews - berita politik & hukumForum Umat Islam Bersatu (FUIB) Kabupaten Karimun menggelar aksi damai menolak IMB Gereja Katolik Santo Joseph Tanjungbalai Karimun, Jumat (17/1). (Foto: Postmetro)
PUBLICANEWS, Karimun - Pemilik akun Twitter @yusuf_dumdum menggunggah surat ajakan unjuk rasa dari Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Kabupaten Karimun, Kepulaan Riau (Kepri). Isinya FUIB menolak pendirian Gereja Katolik Santo Joseph Tanjungbalai Karimun.

"Gak punya IMB katanya ilegal, sdh punya IMB masih ditolak. Padahal cuma dirikan rumah ibadah, bukan dirikan tempat prostitusi," pegiat media sosial Dumdum mencuit lewat akun Twitternya, Selasa (21/1).

Menurut Dumdum, Alquran melarang umat muslim mengganggu umat lain untuk beribadah sesuai keyakinannya. "Jadi yg menolak ini umat siapa?" Dumdum mempertanyakan dalam cuitannya yang diteruskan ke Twitter Menko Pohukam Mahfud MD dan Kemenag RI.

Protes FUIB Kabupaten Karimun telah berlangsung pada Jumat (17/1) siang. Mereka mendesak agar Bupati Karimun H Aunur Rafiq mencabut IMB nomor 0386/DPMPTSP/IMB-81/2019 tanggal 2 Oktober 2019 tentang izin pendirian Gereja Katolik Santo Joseph Tanjungbalai Karimun.

"Pemerintah yang menerbitkan, untuk itu pemerintah juga yang harus bisa membatalkan,” kata Ketua FUIB Kabupaten Karimun H Abdul Latif dalam aksi demo di di depan Kantor Bupati Karimun.

Hal senada disampaikan Sekretaris Umum FUIB Kabupaten Karimun Ustaz Hasbullah LC MH yang mengancam akan melakukan aksi demo terus menerus hingga dilakukan pencabutan IMB sebagai bentuk penegakan aqidah.

Aksi penolakan pernah dilakukan pada Jumat, 25 Oktober 2019. Unjuk rasa dilakukan saat peletakan batu pertama pembangunan gereja yang berlokasi di depan Polsek Balai Karimun itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo21 Januari 2020 | 21:32:15

    emang ada ajaran agama yg satu harus meniadakan agama yg lain. gak abis pikir. monopoli surga po?

Back to Top