Klaim Sebagai Raja Majapahit, Anggota DPD Bali Dipolisikan

publicanews - berita politik & hukumAnggota DPD Bali Arya Wedakarna (AWK). (Foto: Facebook/Dr Arya Wedakarna)
PUBLICANEWS, Denpasar - Sejumlah warga Bali melaporkan anggota DPD Bali Arya Wedakarna (AWK) ke Polda Bali atas dugaan pemalsuan identitas dan penghinaan terhadap tokoh agama. Laporan pertama datang dari Koordinator Komponen Rakyat Bali (KRB) I Gusti Ngurah Nyoman Junirtha yang menyebut Arya sebagai raja Majapahit di Bali.

"Kami ingin melaporkan kekeliruan yang dilakukan oleh AWK soal pengaburan sejarah, mengaku-ngaku diri sebagai raja," kata Junirtha kepada wartawan di Mapolda Bali, Selasa (21/1).

Ia menjelaskan beberapa laporan yang dibawa, yakni tentang Arya diduga merusak tatanan tradisi Bali, melecehkan sulinggih atau pendeta Hindu, dan memalsukan identitas.

"Nah kita ingin meluruskan itu, terserah polisi itu apakah masuk kriminal atau tidak," ujarnya.

Laporan serupa juga datang dari Pusat Koordinasi Hindu Indonesia ke Polda Bali. Mereka mengaku sakit hati atas ucapan Arya saat darmawacana atau kegiatan keagamaan Hindu pada 22 Desember 2019.

"Kami umat Hindu merasa dilecehkan. Dia yang mengaku tokoh Hindu tapi malah menyumpah sulinggih agar cepat mati atau madak pang enggal mati," kata Ketua Puskor Hindunesia Ida Bagus Susena.

Susena juga menyayangkan sikap Arya sebagai politisi sesama penganut Hindu. "Dia harusnya ikut menjaga kesucian para sulinggih, tapi ternyata tidak memiliki etika dan tidak memiliki kewarasan," katanya.

Beberapa tokoh agama Hindu pernah menegur Arya lewat media sosial. Sayang, teguran tersebut hanya dianggap angin lalu.

"Dari dulu kita tegur begitu, malah kita di-bully di FB. Makanya sekarang dan kemarin kita juga di bully kita laporkan juga orang-orang itu," Susena menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top