Polisi Sebut Bom Bengkulu Bukan dari Jaringan Teroris

publicanews - berita politik & hukumPolisi menggelar olah TKP kasus bom meledak di Desa Padang Serunian, Kecamatan Semidang Alas, Seluma, Bengkulu, Sabtu (11/1). (Foto: linggaupos.co.id)
PUBLICANEWS, Seluma - Polisi menyatakan bom rakitan yang meledak di Desa Padang Serunian, Kecamatan Semidang Alas, Seluma, Bengkulu, Sabtu (11/1), bukan dilakukan oleh jaringan teroris.

Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno mengatakan, target bom tersebut hanya menyasar satu korban, yakni Alex alias Halidin (60).

"Targetnya perorangan. Kalau terorisme tidak perorangan, tapi pemeriksaan dan penyelidikan masih dilakukan di TKP," ujar Sudarno kepada wartawan, Minggu (12/1).

Pelaku disinyalir membuat bom menggunakan kaca sebagai komponen. Dugaan itu terbukti adanya serpihan kaca pada tubuh korban.

"Bom itu sepertinya berisi kaca. Terlihat saat diperhatikan, kaki korban penuh dengan pecahan kaca beragam ukuran," ujarnya.

Selain serpihan kaca, terdapat serpihan hitam di luka Halidin. Namun Sudarno tidak mengetahui banyak perihal serpihan hitam itu

Diketahui, bom tersebut meledak dan melukai Halidin di depan rumah kepala desa setempat. Halidin mengalami luka dari betis hingga paha. Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu.

Sementara rekan korban, Buyung, mengaku keluarga Halidin tidak memiliki musuh. Pasca kejadian tersebut, keluarganya meminta perlindungan pada polisi.

"Peristiwa ini membuat khawatir, kami memerlukan pengamanan dan perlindungan dari polisi," kata Buyung.

Sebelumnya, Halidin mendapati sebuah tas tergeletak di depan pintu rumah. Ketika dibuka, bom di dalam tas itu meledak dan melukai kakinya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top