Pria Pelakon Video Syur ASN Jabar Mulai Jalani Persidangan

publicanews - berita politik & hukumCuplikan video syur ASN Jabar. (Foto: tangkapan layar media sosial)
PUBLICANEWS, Bandung - Raden Indra Apriyanto alias Christianto, pemeran video syur ASN Jabar dituding secara sengaja menyebar ke media sosial.

Tudingan itu disebut JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) Cucu dalam surat dakwaan dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kamis (12/12).

"Video itu dimuat di sejumlah akun media sosial," kata Cucu dalam surat dakwaannya di sidang yang dipimpin hakim Suwanto.

Christianto dengan sengaja mendistribusikan informasi elektronik bermuatan kesusilaan pada Agustus 2019 di Purwakarta.

Cucu mengatakan kasusnya terungkap pada September 2019, sebulan setelah Christianto menyebarkan video tersebut. Hal itu terpantau patroli siber yang ditemukan di akun Twitter @hijabbondage.

"Akun itu memuat video dengan judul 'ritual sehabis dijemput' yang mana video itu memuat hubungan suami-istri dalam kendaraan roda empat dengan memakai seragam ASN (PNS)," ujarnya.

Surat dakwaan juga menyebut video tersebut diunggah ke beberapa akun Twitter. Patroli siber menelusuri dan menemukan pemeran perempuan berinisial RJ, yang merupakan guru honorer sekolah swasta di Purwakarta.

Dalam dakwaan disebutkan adegan seks itu direkam dengan sengaja oleh terdakwa dan disimpan di ponselnya ke akun Google Drive miliknya. Christianto masuk menggunakan akun Facebook-nya dan mencari grup 'WA Video Bokep'.

"Terdakwa kemudian membagikan foto dan video adegan suami-istri terdakwa dengan RJ ke grup tersebut," Cucu menuturkan.

Sebelumnya masyarakat dihebohkan dengan beredarnya foto syur wanita berkerudung yang diduga PNS Jawa Barat. Ada empat adegan diambil di dalam mobil. Dua foto tampak wajah sang wanita meski tertutup emoticon. 

Selain foto, versi video berdurasi 2 menit 20 detik juga beredar. Wanita yang terbuka kancing seragam coklatnya itu tengah melakukan adegan intim layaknya suami istri di dalam mobil bersama si pria. (imo)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top