Polisi Ringkus Perampok Anak Perusahaan Gudang Garam

publicanews - berita politik & hukumPolda Sulsel gelar kasus penangkapan komplotan perampok anak perusahaan PT Gudang Garam. (Foto: rakyatku.com)
PUBLICANEWS, Makassar - Polda Sulawesi Selatan meringkus lima orang dari komplotan perampok anak perusahaan PT Gudang Garam.

Mereka adalah Muhammad Tuanaya (44) alias Rongge warga Maluku Tengah dan empat pelaku asal Kota Makassar Tama Jaya (29), Amran (35), Rika (24) dan Darwin (44).

"Mereka ditemukan hingga ke daerah Maluku yakni Muhammad Tuanaya yang merupakan otak dari kejahatan ini," kata Wakapolda Sulsel Brigjen Adnas kepada wartawan di kantornya, Kamis (12/12).

Adnas menjelaskan kelimanya menggasak brangkas milik PT Surya Madistrindo Rp 697.542.200 pada Jumat (29/11) lalu. Menurutnya, Tuanaya sangat berpengalaman dalam aksinya.

"Dia adalah residivis dan merupakan kapten komplotan spesialis pembobol brangkas di sejumlah daerah termasuk di wilayah hukum Polda Sulsel," ujarnya.

Para pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Petugas harus mengejar Tuanaya yang bersembunyi ke Desa Tial, Kabupaten Maluku Tengah. Empat orang lainnya ditangkap di wilayah di Makassar.

"Mereka punya peran masing-masing. Ada yang bertugas mengawasi aksi, membongkar, penyedia transportasi dan ada juga yang dititipi uang," ujarnya.

Dari hasil kejahatan pelaku dibagi-bagi sesuai tugas dan tersisa Rp 144 juta yang ditemukan dan disita sebagai barang bukti. Mereka menggunakan linggis, brangkas kecil warna biru, dan mobil yang sudah disita polisi.

Adnas menjelaskan Muhammad Tuanaya pernah tertangkap tahun 2017 lalu setelah membobol brangkas milik kantor PDAM Makassar dan membawa kabur uang tunai Rp 1,2 miliar.

Komplotan spesialis pembobolan brankas ini selalu menggambar situasi sebelum beraksi. Sasaran mereka adalah perusahaan-perusahaan besar, kantor dan gudang. Saat ini tim masih mengejar empat orang yang terlibat.

"Saat ini masih DPO empat pelaku berinisial IW, BR, DW dan TN," ujarnya.

Para pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 3e, 4e, 5e dan ayat 2 KUHPidana junto pasal 480 KUHPidana dengan ancaman pidana selama-lamanya 9 tahun penjara. (imo)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top