Kriminalitas Probolinggo

Usai Beli Dawet, Gadis Tunagrahita Dirudapaksa

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Probolinggo - DS (24), wanita penyandang disabilitas mental atau tunagrahita, menjadi korban rudapaksa oleh pria misterius seusai membeli dawet. Peristiwa nahas itu diketahui kakak DS, YN, yang curiga dengan kondisi perut sang adik kian membesar.

YN pun memeriksakan DS ke dokter. "Pertama saya periksakan di bidan," kata YN kepada wartawan di rumahnya, Selasa (10/12).

Ia menduga sang adik menjadi korban rudapaksa. YN dan orangtuanya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Probolinggo, Jawa Timur, Senin (9/12).

Kecurigaan keluarga semakin menjadi-jadi ketika DS mengalami mual-mual secara terus menerus. Keluarga DS kemudian membawa ke puskesmas dan menyatakan DS tengah berbadan dua.

"Karena tidak percaya, saya membawa ke Puskesmas Sumberasih dan hasilnya sama, dokter menyampaikan kalau anaknya itu hamil," ujar YN.

Setelah memeriksakan ke dokter, DS dimintai keterangan oleh Polres Bogor guna menindaklanjuti kasusnya. Kepada polisi, DS mengaku dirudapaksa sekitar September 2019. Saat itu ia sedang membeli es dawet dan bertemu seorang pria misterius di Kelurahan Triwung Kidul. Pria tersebut mengajaknya berkomunikasi.

Pelaku lalu membawa korban ke sebuah rumah kosong di kawasan Kecamatan Kademangan, Probolinggo. Terjadilah pemerkosaan itu.

"Saya mau menolak, tapi diancam, dia akan dipukul jika menolak," DS bercerita.

Jajaran Polresta Probolinggo sedang melakukan penyelidikan kasus pencabulan yang dialami perempuan berkebutuhan khusus tersebut. "Masih dilakukan penyelidikan," kata Kasat Reskrim AKP NanangNanang kepada wartawan di kantornya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top