Peringatan Hari Antikorupsi

Gubernur Ganjar Doakan Koruptor Tidak Selamat

publicanews - berita politik & hukumGubernur Ganjar Pranowo bersama pelajar menempel stiker antikorupsi di depan Kantor Gubernur Jateng, Minggu (8/12). (Foto: ayosemarang.com)
PUBLICANEWS, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo punya cara unik mencegah korupsi di lingkungannya. Ia 'mendoakan' pelaku korupsi tidak selamat melalui stiker.

Ganjar mewajibkan mobil dinas Pemprov Jateng ditempeli stiker bertulis 'Nek Aku Korupsi, Aku Ora Slamet' (Jika korupsi aku tidak akan selamat). Ganjar pun mendatangi setiap mobil dinas.

"Ini mobil siapa, oh Pak Asisten. Ayo sini pak, maju ke depan. Ini sudah terpasang stikernya," kata Ganjar saat memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di kantornya, Semarang, Minggu (8/12).

Stiker tersebut, ujar Ganjar, sebagai penanda agar stafnya tidak melakukan korupsi. Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sarwa Pramana kemudian menghampiri Ganjar dan menyaksikan mobil dinasnya ditempel stiker.

"Jadi ini untuk pengingat sekaligus doa, nek dhewe korupsi, berarti ora slamet (kalau kita korupsi, berarti kita tidak selamat). Pak Sarwa siap, kan?" tanya Ganjar yang diikuti jawaban "Siap" dari Sarwa.

Peringatan Hakordia ini juga diikuti 3 ribu pelajar, mereka diminta ikut menempel stiker ke sejumlah mobil dinas lainnya. Para pelajar pun antusias hingga membawa poster-poster antikorupsi

"Kalau PNS jadi koruptor, enggak usah ngantor, tapi langsung didor. Koruptor harus dihukum mati," ujar orator dari pelajar SMK, Aji Kurniawan, yang berteriak di area parkir Pemprov Jateng.

Gubernur berambut putih itu mendukung aksi pelajar yang menyerukan antikorupsi. Ganjar menilai para pelajar di Jawa Tengah mengutuk tindakan korupsi di lingkungan Pemprov.

"Tadi keren, ada seruan mereka misalnya, PNS yang koruptor, tidak usah masuk kantor, langsung didor. Mereka (pelajar) jengkel, mudah-mudahan menjadikan mereka generasi berintegritas," Ganjar menambahkan.

Ribuan pelajar itu memenuhi kawasan Simpanglima Kota Semarang. Sambil berjalan menuju depan Kantor Gubernur mereka meneriakkan yelyel antikorupsi dan mengangkat tinggi poster-poster berisi tuntutan.

Poster khas generasi millenial, dengan kalimat-kalimat unik memeriahkan aksi tersebut. 'Jangan Makan Uangku, Makan Saja Mantanku', 'Cukup Atiku Sing Ambyar, Negoroku Ojo', 'Mending Ketemu Tikus Tanah, Dibanding Tikus Berdasi' serta kalimat lainnya menghiasi poster-poster mereka. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iqra @ayobaca08 Desember 2019 | 18:30:29

    E-KTP, how are you today?

Back to Top