Ibu Rumah Tangga di Sumsel Rentan Terpapar Radikalisme

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi. (Foto: Shutterstock)
PUBLICANEWS, Palembang - Ibu rumah tangga (IRT) di Sumatera Selatan dinilai rawan terpapar radikalisme. Kepala Dinas Kominfo Sumsel Achmad Rizwan mengatakan, mereka mudah terpengaruh melalui media sosial. Selama ini media sosial juga dinikmati oleh para ibu yang mengurus keluarga.

"Ibu rumah tangga menggunakan medsos terlalu berlebihan sehingga semua informasi yang ada akan langsung ditelan mentah-mentah," ujar Achmad kepada wartawan di kantornya, Kamis (5/12).

Menurutnya, banyak pengguna media sosial yang belum optimal menyaring segala informasi yang mereka terima. Faktor itulah yang menyebabkan radikalisme mudah menyusup.

"Kurangnya pemahaman dalam menggunakan media sosial terutama informasi-informasi yang sifatnya mengedukasi," ia menambahkan.

IRT, kata Achmad, sering mengunggah seluruh kegiatan di media sosial sehingga segala informasi mudah diketahui banyak orang dan dimanfaatkan untuk menyebarkan paham radikalisme.

"Misalnya, ibu rumah tangga mengunggah kegiatannya di rumah sehingga kegiatan mereka mudah diketahui orang. Seharusnya tidak semua itu harus di-posting,” kata Achmad.

Achmad menjelaskan, semua platform media sosial rawan disusupi konten radikalisme. Sejauh ini Kominfo belum memblokade konten media sosial. "Karena belum mendapat laporan yang masuk," Achmad menegaskan.

Ia mengingatkan tugas Kemneterian Kominfo untuk mengawasi dan mengajak masyarakat bijak menggunakan medsos dan memahami UU ITE. Sementara dalam bidang pengawasan, Kominfo bekerja sama dengan TNI dan Polri

"Penanganan akan dilakukan oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)," Achmad menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top