Jakarta

Serobot Lahan Warga untuk Trotoar, Pemprov DKI Terancam Digugat

publicanews - berita politik & hukumPembangunan pedestrian atau trotoar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pelebaran pedestrian atau trotoar di area Jalan Kemang Raya, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, rentan digugat warga. Hal itu lantaran, trotoar dibangun di atas tanah milik warga.

Kuasa hukum warga Kemang Kamilus menilai Dinas Bina Marga DKI Jakarta tak cukup berlindung di balik Peraturan Menteri Agraria/ATR Nomor 12 Tahun 2019 tentang Konsolidasi Tanah serta UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

"Penyelenggara konsolidasi tanah adalah Kantor Pertanahan Nasional," katanya dalam keterangan pers, Rabu (4/12).

Menurut Kamilus, kebijakan Pemprov DKI Jakarta seharusnya tidak merugikan warga pemilik dan pengguna lahan di Kemang. "Ini lahan milik warga, bukan milik pemerintah daerah. Posisi Pemprov DKI menempatkan aset trotoar di atas lahan warga, posisinya lemah jika suatu hari digugat warga,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemda DKI harus mematuhi peraturan yang ada dan tidak merugikan pemilik lahan. "Harus memberikan ganti rugi yang layak dan adil," Kamilus menambahkan


Staf khusus bidang pengaduan masyarakat Provinsi DKI Jakarta era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu menambahkan pernah ada pertemuan antara warga pemilik dan pengguna lahan terdampak pelebaran trotoar di Kemang.

"Mereka menolak jika lahannya dijadikan trotoar. Warga juga menolak surat perjanjian kerjasama karena tidak jelas dasar hukumnya," ia menambahkan.

Kamilus juga menyayangkan adanya intimidasi kepada pemilik yang menolak menandatangani surat perjanjian tersebut. Ia menambahkan surat perjanjian seharusnya terbit melalui Peraturan Gubernur (Pergub).

Akibat pembanguan trotoar itu, katanya, kondisi pengunjung menjadi sepi karena sulitnya parkir akibat terhalang trotoar. Ia menyebutkan dampak jangka panjang pemilik usaha di kawasan itu bisa gulung tikar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top