Marak Pelecehan Seksual, Gojek Perketat Rekrutmen Driver

publicanews - berita politik & hukumPerwakilan PT Gojek dalam hasil survei nasional pelecehan di transportasi publik di kantor Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Rabu (27/11). (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Aplikator Gojek menyebut pelecehan seksual banyak dialami para penumpang maupun si pengendara. Langkah preventif pun dilakukan sejak tahap perekrutan.

Senior Manager Corporate Affair PT Gojek Alvita Chen mengatakan, perusahaannya sudah memberikan edukasi secara ketat kepada para driver --yang mereka sebut sebagai mitra.

"Kita lakukan pelatihan di sejumlah lokasi (pendaftaran mitra gojek) berupa tes berkendara dan psikis (kejiwaannya)," ujar Alvita dalam jumpa pers hasil survei nasional pelecehan di transportasi publik di kantor Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Rabu (27/11).

Alvita tidak menjelaskan lebih rinci jumlah pengaduan korban pelecehan yang sudah ditangani. Menurutnya, sejauh ini Gojek sudah memenuhi kewajiban melindungi pelanggan. "Kita ada unit darurat berupa pemulihan khusus bagi korban-korban (pelecehan)," katanya.

Penyedia jasa transportasi berbasis platform itu memiliki kode etik mitra yang melarang tindakan mengganggu keselamatan penumpang. Jika melanggar, Alvita menambahkan, ada tindakan tegas berupa pemutusan kerja sama.

"Jika ditemukan (pelanggaran) kita intervensi, putus hubungan kerja atau suspend dan proses hukum," ia menjelaskan.

Gojek bekerja sama dengan sejumlah stakeholders seperti polisi dan lembaga psikiater di unit khusus darurat yang membantu masalah perlindungan. "Kita cover bantuan hukum sampai selesai," ujarnya.

Alvita membantah jika Gojek tidak dilengkapi fitur pengamanan bagi mitra maupun penumpang jika terjadi hal yang mengancam keselamatan. "Kita punya emergency button yang terhubung ke kami dan prosesnya cepat," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top