Pasutri Gresik Tawarkan Janda-janda ke Pria Hidung Belang

publicanews - berita politik & hukumKapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengintrogasi pasutri muncikari para janda, di Mapolres Gresik, Selasa (19/11). (Foto: kabarjawatimur.com)
PUBLICANEWS, Gresik - Bisnis prostitusi daring agaknya masih marak di Jawa Timur. Di Gresik, polisi membongkar praktik esek-esek yang dijalankan pasangan suami istri Bambang Sutikno (40) dan Analisa (39). Keduanya menawarkan pekerja seks komersial (PSK) kepada pria hidung belang lewat pesan WhatsApp.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, bisnis prostitusi tersebut disinyalir sudah berjalan satu tahun terakhir. Bambang dan istri mencari janda untuk ditawarkan ke pemesan.

"Kasus prostitusi ini berhasil terbongkar pada 14 November lalu. Setelah ada informasi dari masyarakat," ujar Kusworo kepada wartawan dalam gelar kasus di kantornya, Selasa (19/11).

Mereka membandrol setiap PSK Rp 400 ribu untuk sekali kencan. Rinciannya, PSK akan mendapat jatah Rp 300 ribu, kemudian Rp 100 akan masuk ke kantong sang muncikari.

Kamar untuk indehoi tak lain rumah kontrakannya sendiri di Perum Menganti.

"Mereka ini menunjukkan foto-foto syur langsung kepada para calon klien, bukan dipasang di media sosial atau grup-grup yang dapat diakses banyak orang," Kusworo menjelaskan.

Kepada polisi, pasutri tersebut menjalankan praktik prostitusi karena terdesak kebutuhan ekonomi. Bambang diketahui tak lagi memiliki pekerjaan tetap. "Uang itu digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari," ujar Kusworo.

Ada tiga wanita berstatus janda yang jadi anak asuh mereka, usianya mulai 30 tahun hingga 35 tahun. Mereka direkrut saat masih berjualan di warung di wilayah Gresik selatan.

"Pengakuan tersangka, jika diakumulasi pendapatan per bulan sekitar Rp 1 juta," ujar Alumnus Akpol 2000 itu.

Kusworo menduga tak menutup kemungkinan kedua tersangka tergabung dalam jaringan besar praktik prostitusi daring di Jawa Timur, termasuk muncikari bagi kalangan artis.

"Diduga wanita pekerja seks-nya itu punya lebih dari satu muncikari misalnya, nah itu kita bisa berkembang lagi, dari jaringan," ia menjelaskan.

Bambang dan istri dijerat Pasal 296 KUHP tentang perbuatan cabul dengan ancaman 1 tahun 4 bulan hukuman penjara, serta Pasal 506 KUHP tentang mengambil keuntungan dari pelacuran (muncikari) dengan hukuman maksimal 1 tahun penjara. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top