Dua Tersangka Baru Dalam Aksi Koboi Anak Bupati Majalengka

publicanews - berita politik & hukumKapolres Majalengka AKBP Mariyono. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Majalengka - Tersangka kasus penembakan pegawai kontraktor di Majalengka bertambah dua orang. Polisi menetapkan Udin dan Soleh tersangka baru, selain anak Bupati Majalengka Karna Sobahi, Irfan Nur Alam, dalam aksi koboi itu.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono mengungkapkan dari penyidikan bahwa terjadi persekongkolan, membantu tersangka Irfan.

"Perannya beda-beda. U ini menarik korban dari mobil sedangkan S ini bantu, dipiting kepalanya korban. Dipegangi bantu memukul," kata Maryono kepada wartawan di kantornya, Selasa (19/11).

Maryono menjelaskan insiden penarikan korban yakni Panji Pamungkasandi terjadi ketika korban masih berada di dalam mobil saat menunggu kedatangan Irfan di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat.

Saat itu korban berusaha berontak karena perlakukan kasar tersangka Udin yang menyeret keluar dari mobil. Maka tersangka Soleh merangkul leher korban agar menuruti perintahnya.

Kini polisi telah menetapkan tiga orang tersangka sekaligus menahan di Rutan Polres Majalengka. Sebelumnya, Irfan diperiksa penyidik selama sembilan jam pada Jumat (15/11) hingga Sabtu dini hari.

Awalnya Kabag Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Majalengka sekaligus anak kedua dari Bupati Majalengka itu masih sebagai saksi. Namun, usai diperiksa, polisi menetapkan Irfan sebagai tersangka.

Maryono menambahkan Irfan telah menembakkan tiga peluru mengarah ke Panji. Menurutnya total amunisi di dalam senjata api Irfan berjumlah 9 butir sehingga tersisa enam butir.

Ia menegaskan amunisi tersebut adalah peluru karet kaliber 9 milimeter dengan jenis senjata api berkaliber sama. "Barang bukti yang kita sita satu pucuk pistol kaliber 9 mili. Enam butir peluru karet kaliber 9 mili," ujarnya. (imo)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top