Sisir Kota Solo, Densus Bekuk Tiga Orang di Tiga Lokasi

publicanews - berita politik & hukumTim Densus menangkap terduga teroris Sidodadi, Pajang, Laweyan, Surakarta, Senin (18/11). (Foto: suaramerdeka)
PUBLICANEWS, Surakarta - Tim Densus 88 menangkap tiga terduga teroris di lokasi berbeda-beda di Solo, Jawa Tengah, Senin (18/11). Ketiganya adalah ustad Jamaludin yang diamankan di Sidodadi, Pajang, Laweyan. Lalu Frisnomi di Kauman, Pasar Kliwon, serta Junduloh di Nayu Timur, Nusukan, Banjarsari.

Ketua RW di Sidodadi Danang Prawironoto kaget ada warganya yang terlibat radikalisme. Tim membekuk Jamaludin saat hendak ke masjid.

"Informasinya ditangkap saat mau shalat subuh. Saya tidak menyangka ustad Jamaludin ditangkap. Selama ini tidak ada hal aneh, orangnya baik termasuk dalam bersosialisasi juga baik," kata Danang kepada wartawan di sekitar lokasi.

Jamaludin, ia menambahkan, adalah penceramah dari masjid ke masjid. Jamaludin juga menggelar pengajian rutin di kampungnya setiap Selasa. "Kajiannya sama, wong saya juga jamaahnya," ujarnya.

Sementara Ketua RT di Nayu Timur Bambang Sujono juga membenarkan polisi mengamankan Jundoloh. "Tadi saya cuma diminta untuk menyaksikan penggeledahan. Yang ditemukan tadi handphone dan buku. Tidak ada bahan peledak," kata Bambang di tempat terpisah.

Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai menjelaskan dari rumah tersebut petugas membawa berbagai macam buku kurang lebih ada enam, ponsel, kartu identitas, dan laptop.

"Semuanya dibawa tim Densus 88 untuk dilakukan tindakan selanjutnya," Andy menjelaskan.

Menurut tetangganya, Jundoloh jarang keluar saat berada di dalam rumah. Ia juga merupakan sales keliling sebuah perusahaan makanan.

Andy menegaskan tidak tahu menahu ketiga tersangka terlibat kasus yang mana. "Belum tahu jaringan mana, Densus yang tahu. Kaitan kasus apa, Densus yang tahu," ujarnya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top