Warga Blitar Tolak Keras Karaoke Striptis Kembali Buka

publicanews - berita politik & hukumTempat karaoke Maxi Brillian di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. (Foto: beritablitar)
PUBLICANEWS, Blitar - Pengelola karaoke Maxi Brillian, Blitar, Jawa Timur, berencana membuka kembali usahanya. Hal itu dilakukan setelah Majelis Hakim PTUN Surabaya menggugurkan gugatan Pemkot Blitar soal penutupan tempat dugem tersebut.

Namun rencana tersebut mendapat penolakan keras dari sejumlah warga. Ketua RT setempat Aziz Muslim (46) mengatakan, protes dilakukan warga dengan memasang spanduk bertulis 'Menolak Keras Dibukanya Maxi Brillian'.

"Yang bikin banner warga RT 02, tapi yang masang banyak juga dari RT 03 dan sekitarnya. Banner-banner itu terpasang sejak Kamis (14/11). Pokoknya kami minta Maxi Brillian tidak buka lagi," ujar Aziz kepada wartawan, Jumat (15/11).

Ada tiga spanduk penolakan warga, yakni terpasang di Jalan Pandan, Jalan Semeru Barat, dan Jalan Wilis di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Alasan warga menolak keberadaan Maxi Brillian karena beberapa hal. Awalnya warga tidak mengetahui bahwa bisnis yang dijalankan Heru Sugeng Priyono ini merupakan tempat hiburan yang pernah ditutup sebelumnya.

Warga diminta hadir dalam undangan syukuran dibukanya bisnis tersebut. Dalam undangan itu, kata Aziz, tidak tertulis pembukaan tempat karaoke yang sarat aksi striptis.

"Kami diundang syukuran terus diminta tanda tangan izin kafe. Ternyata kami dibuat enggak bisa tidur. Suara orang nyanyi itu bising. Mulai jam 11 pagi baru selesai jam 3 dini hari. Kami enggak bisa istirahat," ujarnya.

Karaoke Tempat Striptis Kalah dalam Gugatan di PTUN

Warga menyadari beberapa hari setelah pembukaan banyak tamu yang pulang dalam keadaan mabuk hingga suara keras kendaraan. Menurut Aziz, Maxi Brillian tidak berpengaruh pada ekonomi warga sekitar.

Justru keberadaan Maxi Brillian memunculkan tempat tinggal bagi para pemandu lagu. Aziz menegaskan, kos-kosan tersebut memberi kesan negatif terhadap daearah berjuluk 'Kampungnya Orang Beriman' itu

"Malah banyak kos itu purel-purel. Sini ini Kauman, Kampungnya Orang beriman tapi bersliweran purel (public relation), orang mabuk. Sedih kami," ia menambahkan.

Diketahui, pada awal Desember 2018 Polda Jatim menggerebek Maxi Brillian sekaligus mengamankan 20 wanita termasuk dua gadis menari bugil alias striptis.

Kasusnya sampai ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Maxi Brillian kalah dalam gugatan melawan Pemkot Blitar pada awal April 2014 sehingga pengadilan memvonis Maxi Brillian ditutup. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top