Densus 88 Bekuk Pasutri di Cianjur, Sang Istri: Apa Bukti Saya Teroris?

publicanews - berita politik & hukumDK saat diamankan polisi di Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/11). (Foto: ayobandung)
PUBLICANEWS, Cianjur - Densus 88 menangkap pasangan suami istri DS (24) dan DK (25) di Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/11). Ketua RT Ure Suryadi mengatakan, keduanya diamankan dar dua lokasi berbeda.

"DS diamankan di sekolah tempatnya mengajar di Kampung Cibanteng, Gunungsari, sedangkan istrinya diamankan di rumah kontrakan," kata Suryadi kepada wartawan.

Ia menjelaskan kedatangan Tim Densus berseragam lengkap dan bersenjata laras panjang itu mengejutkan warga. Beberapa personel Densus langsung menggeledah rumah kontrakan DS dan DK.

Proses penangkapan kedua pelaku terbilang singkat. Dari dalam rumah itu petugas membawa sejumlah barang menggunakan kantong plastik berukuran besar. "Kami tidak tahu apa isi di dalamnya. Masih ada barang yang ditinggalkan di dalam rumah kontrakan," ujar Suryadi.

DK bahkan sempat berdebat dengan sejumlah polisi dan berusaha melawan saat dibawa keluar rumah. Suryadi mendengar DK beberapa kali mengancam polisi.

"Ia melawan dengan kata kata 'awas kalau tak terbukti, awas kalau tak terbukti'. 'Apa buktinya saya bawa bom'. Itu kata-kata yang saya ingat," Suryadi menambahkan.

Setelah itu, DK menyerahkan kunci kamar kepada pemilik kontrakan Imas Masitoh (32). Wanita bercadar itu sempat memeluk Imas sambil menitipkan pesan. "Dia memeluk saya minta doa saat menyerahkan kunci kamar tadi. Dia bilang doakan saya ya bu, saya dibilang teroris, katanya begitu tadi," Imas menuturkan.

Ia menjelaskan, pasutri DS dan DK baru dua pekan menempatik rumah tersebut. Mereka jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Sampai saat ini keduanya belum dikarunia anak. Kamarnya selalu terkunci dan jendela tak pernah dibuka.

"Mereka mengontrak Rp 250 ribu perbulan, saya juga tak curiga mereka terlibat teroris, yang saya ingat tadi dia sempat memeluk saya sebelum dibawa Polwan dan polisi," kata Imas. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top