Wanita Jember Ajak Threesome Dituntut Setahun Penjara

publicanews - berita politik & hukumWindyana Rizky (32) saat ditangkap jajaran Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Agustus 2019 lalu. (Foto: kabarjawatimur)
PUBLICANEWS, Surabaya - Windyana Rizky (32) dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya Suparlan dalam sidang kasus prostitusi daring di Jember, Jawa Timur.

Jaksa menilai Windyana terbukti melanggar pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau pasal 296 KUHP.

"Menuntut terdakwa dengan hukuman pidana selama satu tahun," ujar Suparlan di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (14/11).

Praktik prostitusi tersebut terungkap ketika wanita asal Jember itu menawarkan diri melalui akun Twitter @echanew94 kepada pria hidung belang. Ia mengunggah foto-foto syur pada Agustus 2019.

Hanya dalam beberapa menit cuitannya diserbu warganet. Salah satunya Richi Panget, ia meminta dicarikan seorang perempuan lagi untuk berhubungan badan bertiga alias threesome.

Windyana lalu mengajak rekannya Tatik Dwi Nur Wulandari untuk ikut melayani Richi. Pada 5 Agustus 2019, Windyana membuka kamar 1205 di Hotel G Surabaya.

Menurut Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Windyana memasang tarif Rp 1,8 juta untuk layanan bertiga. "Masing-masing mendapat bagian Rp 900 ribu," kata Ruth kepada wartawan, di tempat terpisah.

Windyana pernah melayani pria hidung belang di Madiun, Bojonegoro, dan Tuban. Ia menjajakan diri lewat media sosial karena dianggap efektif mendatangkan pelanggan.

"Dari aktivitas yang dijalani sejak bulan April 2019 itu, pelaku juga mendapat keuntungan berupa uang dari menawarkan rekannya selain memuaskan fantasi seksualnya,” ujar Ruth.

Dalam kasus tersebut polisi hanya menetapkan satuy tersangka, sedangkan Tatik Dwi Nur Wulandari dan Richi Panget hanya berstatus saksi. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iqra @ayobaca14 November 2019 | 16:46:15

    ... Tatik Dwi Nur Wulandari berstatus ikut menikmati Richi Panget.

Back to Top