Bom Meledak Setelah Digeledah Dua Kali, Polrestabes Medan Kecolongan

publicanews - berita politik & hukumSeorang korban diduga si pelaku bom bunuh diri (samping truk) di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11) pagi. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Medan - Mapolrestabes Medan diserang bom bunuh diri oleh dua orang tak dikenal, Rabu (13/11) sekitar pukul 08.45 WIB. Keduanya mengenakan jaket ojek daring.

Ledakan terjadi di depan kantin itu dan menewaskan satu terduga pelaku. Ia terkapar dengan bersimbah darah di dekat kendaraan operasional polisi.

"Ya betul (dua orang). Kita sedang cek TKP," ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di kantornya.

Saat bom meledak situasi Mapolrestabes Medang dipenuhi masyarakat yang sedang mengurus pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk pendaftaran CPNS. Masyarakat langsung berhamburan dan membuat suasana panik.

"Hari ini kan masyarakat cukup banyak membuat SKCK. Kejadian tersebut belum sampai ke Sentra Pelayanan SKCK," kata Dedi.

Ledakan terjadi setelah personel Polrestabes menggelar apel pagi. Total ada enam orang mengalami luka, mereka adalah 6 anggota kepolisian, seorang yang sedang praktik kerja lapangan (PKL), dan seorang warga.

"Selain itu ada empat kendaraan rusak. Tiga kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi," Dedi menambahkan.

Menurut Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Tatan Dirsa Atmaja, pelaku sempat menjalani pemeriksaan petugas sebelum masuk ke Mapolrestabes Medan. Petugas mencurigai gerak-gerik pelaku sehingga barang bawaannya digeledah.

"Yang bersangkutan sudah dua kali diperiksa karena tindak tanduknya mencurigakan membawa tas ransel dan diperiksa," Tatan menjelaskan.

Kepada petugas yang memeriksa, pelaku mengaku hendak ke unit pengurusan SKCK. Merasa ada yang janggal, petugas mencoba menegur pelaku yang tampak linglung beberapa saat sebelum bom meledak.

"Ditegur oleh anggota, 'Mau ke mana pak?' 'Mau buat SKCK'. 'Buka jaket. Bawa tas apa isinya'? Dibuka enggak ada apa-apa, hanya buku. Digeledah tidak ada benda mencurigakan," ujar Tatan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top