Anak Bupati Majalengka Tembak Korban dengan Pistol Perbakin

publicanews - berita politik & hukumPolres Majalengka gelar olah TKP insiden penembakan pegawai kontraktor oleh PSN Setda Majalengka. (Foto: tribratanewspolresmajalengka.com)
PUBLICANEWS, Majalengka - Polisi menyebut pistol yang digunakan PNS Setda Kabupaten Majalengka Irfan Nur Alam menembak pegawai kontraktor berkaliber 9mm. Pistol tersebut dilengkapi surat izin.

Wakapolres Majalengka Kompol Hidayatullah mengatakan, dari pemeriksaan sementara diduga Irfan tergabung dalam anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin).

"Ada izinnya dan ada izin resminya dari Perbakin. Izin berlakunya sampai 10 Januari 2020," ujar Hidayatullah.

Saat ini, Polres Majalengka masih mendalami kasus penembakan yang terjadi di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Minggu (10/11) malam itu. Irfan yang juga Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Majalengka itu masih menjalani pemeriksaan intensif.

"Masih proses penyelidikan. (IN) sudah diperiksa tapi belum ditetapkan sebagai tersangka," kata Hidayatullah.

Anak Bupati Majalengka Tembak Kontraktor

Alasan polisi belum menetapkan tersangka kepada Irfan karena penyidik masih melakukan olah tempat kejadian perkara (OTK). Polres Majalengka menerjunkan tim Inafis guna melakukan identifikasi pasca penembakan.

"Kami masih menunggu bukti-bukti dan petunjuk lain. Nanti hasil gelar perkara akan disampaikan," Hidayatullah menjelaskan.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kasus penembakan dipicu karena korban Panji Pamungkasandi menagih pembayaran proyek yang telah selesai pada April 2019 lalu. Nilai tagihan yang diajukan korban Panji, kata Hidayatullah, Rp 500 juta.

"Enggak tahu bagaimana ceritanya, mungkin ada persinggungan, saudara IN mengeluarkan pistol. Sementara itu saja, kami masih proses penyelidikan," ia menandaskan.

Sementara Bupati Karna Sobahi mengaku belum mengetahui kronologi pasti insiden itu. "Saat ini tim penasihat hukum sedang menyusun prolog kejadian yang sebenarnya. Kami akan berupaya dari awal sampai jelas kejadiannya," ujar Karna lewat sambungan telepon kepada wartawan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top