Teror Siram Air Keras Mirip Novel Baswedan Landa Jakarta Barat

publicanews - berita politik & hukumNenek Sakibah menjadi korban penyiraman air kimia di Meruya, Jakarta Barat. (Foto: Dok. Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan telah berlalu dua tahun tetapi polisi belum berhasil mengungkap pelakunya. Lalu muncul Dewi Tanjung dengan dugaan Novel telah merekayasa kasusnya.

Kini ada cerita teror yang mirip, menghantui warga Jakarta Barat dalam dua pekan ini. Modusnya orang tak dikenal mengendarai sepeda motor menyiramkan cairan kimia ke tubuh korban.

Terbaru serangan dialami seorang nenek pedagang sayur bernama Sakibah (60). Warga Meruya, Jakarta Barat, ini diserang di rumahnya, pada Jumat (7/11) sekitar pukul 19.00 WIB.

Akibat serangan orang tak dikenal itu membuat bagian kepala dan leher Sakinah melepuh.

Peristiwa serupa juga menelan korban dua siswi SMP di Kebun Jeruk, Jakarta Barat, pada Selasa (5/11) lalu. Kedua ABG tengah berjalan ketika mendadak dua orang yang naik sepeda motor menyiramkan air kimia ke tubuh mereka.

Korban Prameswara mengira ulah pelaku yang langsung kabur itu sekadar menyiramkan air biasa. Namun, akibat siraman itu membuat kering di kulit kemudian terasa terbakar mirip terkena tetesan cairan lelehan lilin panas. Bahkan, kulit jadi kaku.

Saat itu, Prameswara mengalami luka bakar ringan di bagian tangan. Sedangkan rekannya Aurel harus dirawat di rumah sakit. Korban mengalami luka bakar di bagian bahu, tangan, dan badan.

Polisi sudah melakukan olah TKP. Rekaman CCTV di sekitar lokasi dianalisis. Beberapa saksi diperiksa. Sisa cairan yang melukai korban dibawa ke laboratorium.

Sementara polisi menegaskan cairan yang digunakan pelaku bukan air keras seperti yang digunakan untuk menyerang Novel Baswedan. Aparat menyebutnya sebagai cairan kimia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kasus itu masih ditagani Tim dari Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya.

"Polda mem-back up untuk mencari pelakunya," katanya kepada wartawan, Selasa (12/11). (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top