Jakarta

SMA Gonzaga Ancam Lapor Balik Murid Tak Naik Kelas

publicanews - berita politik & hukumYustina Supatmi. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda proses mediasi atas kasus perdata orang tua murid Yustina Supatmi terhadap SMA Kolase Gonzaga, Jakarta.

Kuasa Hukum siswa SMA Kolase Gonzaga BB yang tak naik kelas, Susanto Hutama, mengatakan mediasi ditunda pekan depan karena hakim mediator yakni Doktor Fahmiron sedang ada kesibukan yang tak bisa ditinggalkan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Sekolah Menengah Atas (SMA) Gonzaga, Edi Danggur, akan menyikapi kasus ini pasca mediasi. Tak menutup kemungkinan ia akan melakukan pelaporan balik terhadap penggugat Yustina Supatmi atau pihak keluarga siswa BB yang tak naik kelas.

"Sekolah kami dicemarkan di mana-mana, diadukan kemana-mana. Wajar dong. Iya dong (pencemaran nama baik). Tapi nanti digugatan yang sama, kita akan gugat balik. Itu pasti," kata Edi.

Menurutnya, gugatan balik diajukan bila proses mediasi gagal dan tidak ada itikad baik dari penguggat. "Kami juga punya hak untuk mengajukan gugatan balik. Dan itu sangat wajar," ia menambahkan.

Dalam kasus ini, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Peserta Didik Disdik DKI Jakarta Taga Radja Gah mengatakan sekolah melalui rapat dewan pendidik berhak memutuskan naik tidaknya siswa.

Hal itu berdasarkan pada Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 yang memberikan kewenangan kepada Dewan Guru untuk memberikan penilaian.

Ia mengatakan, berdasar laporan diketahui siswa BB tidak naik kelas karena ada mata pelajaran Sejarah tidak tuntas. Peminatan nilainya 68 sedangkan KKM-nya 75.

Laporan lainnya berkaitan dengan beberapa catatan buruk, yaitu siswa tersebut merokok dan makan kuaci di dalam kelas. BB juga pernah mendapat teguran karena kasus disiplin saat live in program Katholik di Cilacap, Jawa Tengah.

Sementara itu, penggugat meminta majelis hakim menyatakan anak penggugat tidak berhak melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 SMA Kolese Gonzaga adalah cacat hukum.

Kemudian anak Penggugat memenuhi syarat dan berhak untuk melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 di SMA Gonzaga.

Selain itu, Yustina juga meminta ganti rugi materiil sebesar Rp 51.683.000 dan ganti rugi imateriil sebesar Rp 500 juta. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top