Kriminalitas Pemalang

Satu Keluarga Ditangkap Pasca Tewasnya Wanita Bugil di Pemalang

publicanews - berita politik & hukumPolisi gelar olah TKP pembunuhan wanita penjaga warung di Pemalang, Jawa Tengah. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Pemalang - Polisi menangkap satu keluarga karena diduga terlibat pembunuhan Turnami (45) di Pemalang. Dua orang diamankan di Pekalongan, Jawa Tengah, dan seorang lainnya di Jakarta.

Turnami ditemukan tewas di warung makan di kawasan terminal bus Desa Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (6/11).

Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan, IR ditangkap di Jakarta berdasarkan pemeriksaan istri siri dan anaknya yang tertangkap lebih dulu di Pekalongan.

"Sudah kita amankan Minggu (10/11) siang. Inisial IR. Pelaku ini kita amankan saat berada di Pasar Senen Jakarta," ujar Kristanto, Senin (11/11).

Pengejaran terhadap pelaku sudah dilakukan sejak Jumat (8/11) atau dua hari setelah jasad wanita tanpa busana tersebut ditemukan. Saat itu polisi mengamankan C dan OW di rumahnya di Kecamatan Kesesi, Pekalongan, Jawa Tengah.

C diduga berperan membuang baju yang terdapat bercak darah dan dompet korban. Sementara anak pelaku, OW, menjual ponsel korban. "Nah hasil jual HP ini dia pakai untuk berangkat pulang ke Jakarta. Alasannya begitu," kata Kristanto.

C menyebut suaminya langsung ke Jakarta usai menjual ponsel. Bermodal informasi itu, anggota Polres Pemalang mengejar ke Jakarta pada Sabtu (9/11). Saat itu penyidik hanya berbekal foto IR.

Residivis kasus penusukan itu ditangkap di kawasan Terminal Senen, Jakarta Pusat, Minggu (10/11) siang saat menjadi juru timer angkot. Petugas melihat pelaku sedang turun dari angkot dengan tangan terbungkus perban.

"Nah langsunglah kita hap!(tangkap). Kita dekati dia, kita tanya bener enggak itu dan ini. Dia ngaku. Sekarang sudah perjalanan ke sini," ia menjelaskan.

Polisi belum mengetahui motif pelaku membunuh korban yang dibantu istri dan anaknya. Ada kejanggalan mengapa pintu warung dirusak padahal korban dan pelaku saling mengenal dengan baik.

Ada dugaan pembunuhan wanita penjaga warung makan itu dilandasi cinta segitiga. Apalagi korban ditemukan tanpa busana.

"Ngapain iya kan, kalau katanya kenal kok harus didobrak. Termasuk kita dalami juga, apakah dia sengaja ke Pemalang untuk membunuh atau gimana," Kristanto menjelaskan.

Dari hasil pemeriksaan medis Rumah Sakit Azhari Pemalang, Tumarni mengalami luka tusuk di leher, telinga, dan pantat. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top