Kriminalitas Bali

Pelaku Seks Bertiga Diminta Dipecat dari Disdik

publicanews - berita politik & hukumNi Made Sri Novi Darmaningsih (29) dalam gelar kasus pencabulan seks bertiga di Mapolres Buleleng, Jumat (8/11). (Foto: nusabali.com)
PUBLICANEWS, Buleleng - Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) yang ditetapkan sebagai tersangka pelaku seks bertiga alias threesome bersama pacar dan siswi di Bali merupakan pegawai kontrak.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Boy Jayawibawa membenarkan hal itu setelah melakukan pendalaman terhadap latar belakang pelaku yang disebut-sebut sebagai guru honorer.

"Kami sudah pegang namanya hanya untuk menyakinkan kami ke aparat. Kalau memang benar pegawai kami, nanti tim kami investigasi dan pemecatan secara tidak hormat," kata Ketut Boy kepada wartawan, Jumat (8/11).

Boy mengungkapkan, Novi telah bekerja selama setahun sesuai Surat Keterangan (SK) Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Meski identitas Novi tertulis lengkap, namun Boy ingin mencocokkan nama tersebut dengan pelaku pencabulan.

"Sudah dari awal tahun, tapi apakah benar itu kita akan cek dan melihat langsung apakah itu orangnya. Jadi belum pasti," ia menambahkan.

Sementara Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Ni Luh Gede Yastini mendesak Disdik Bali memecat Novi dan pacarnya AA Putu Wartayasa sebagai pegawai honorer di salah satu instansi Pemerintah Kabupaten Buleleng.

"Dua oknum pegawai ini telah mencoreng dua instansi, harus ditindak tegas. Iya harus dipecat dan dua-duanya harus dipecat," ujar Yastini di tempat terpisah.

Ia menegaskan insiden itu menjadi evaluasi bagi Disdik untuk lebih selektif merekrut pegawai maupun guru sehingga kejadian tak bermoral itu tak terulang.

"Dalam rekruitmen guru harus dengan selektif. Misalnya tes psikologi harus dilakukan, karena kita tidak tahu ada yang emosional atau (melakukan) kekerasan fisik," Yastini menjelaskan.

KPPAD akan mendampingi korban dalam pemulihan trauma. Yastini menyayangkan kejadian yang mencederai dunia pendidikan dan melibatkan anak kecil. "Kita prihatin dan kita serahkan proses hukumnya kepada polisi. Tentu mekanisme sudah jelas, karena ini guru ada pemberatan dan itu harus dilakukan," ujar Yastini.

Kasus ini terungkap oleh jajaran Polres Buleleng pada 26 Oktober lalu sekitar pukul 14.30 Wita, di sebuah indekos di Jalan Sahadewa Singaraja, Buleleng. Kedua pelaku mengajak siswi V (15) untuk terlibat seks bertiga.

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya mengatakan, Novi mengajak korban ke kos pacarnya, Putu Wartayasa. Di situlah tindakan asusila terjadi. Kabar tersebut beredar di sekolah bahkan terdengar sampai ke telinga orang tua korban dan langsung melapor ke polisi. 

"Awalnya di sekolah heboh dari mulut ke mulut sampai orang tuanya dengar terus lapor. Peristiwa tanggal 26 Oktober, dilaporkan tanggal 6 November," kata Sumarjaya.

Saat ini korban masih berada di bawah supervisi psikiater untuk menghilangkan traumanya. "Korban tetap masuk sekolah seperti biasa, karena sekolah ribut dia berusaha untuk menutupi kejadian. Ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top