Tulis Nobar Telanjang di Kantor Bupati, PNS Asahan Ditangkap

publicanews - berita politik & hukumWahyu Adi, PNS di Asahan mengenakan baju tahanan saat rilis kasus di Mapolres Asahan, Kamis (7/11). (Foto: kabarmedan)
PUBLICANEWS, Asahan - Jajaran Satreskrim Polres Asahan menangkap Wahyu Adi (38), pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, atas dugaan melakukan ujaran kebencian melalui Facebook.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu mengatakan, Wahyu menyinggung acara nonton bareng (nobar) di rumah Bupati Asahan pada 14 Oktober 2019 lalu. Saat itu ada Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019.

Dalam akun FB-nya, Wahyu menulis: “Rumah dinas Bupati digunakan untuk memfasilitasi nonton bareng orang 'telanjang', yang sebenarnya menyimpang dari budaya Islam itu sendiri."

Ia menambahkan komentar dalam akunnya itu: "Alasan mendukung putra/ putri daerah tidak boleh kemudian penghalalan segala cara. Lain hal tadi ketika putra/putri itu tidak beragama Islam, tentu saya tidak akan mengomentarinya.”

Tulisan yang diunggah itu pada 15 oktober 2019 itu kemudian dilaporkan ke polisi. Petugas kemudian menangkap PNS itu pada Seni (4/11) lalu. Polisi berdalih penangkapan Wahyu karena tulisannya bisa menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat dan tidak berdasarkan fakta.

"Kami sudah bisa membuktikan dengan dua alat bukti yang sah dan kami juga sudah meminta keterangan ahli bahasa,” ujar AKBP Faisal dalam rilisnya, di Mapolres Asahan, Kamis (7/11).

Polisi menjerat Wahyu dengan Pasal 45A ayat (2) UU no 19 tahun 2016 Subsider Pasal 45 ayat (3) tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Wahyu yang masih mengelak dengan pemahaman 'telanjang' itu terkena ancaman hukuman penajra 6 tahun dan/atau denda Rp 1 miliar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top