Kriminalitas Palembang

ART Masukkan Bayi ke Mesin Cuci Diperiksa Kejiwaannya

publicanews - berita politik & hukumTersangka ST yang memasukkan bayi kandungnya ke mesin cuci di rumah majikannya di Jalan Telaga, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Senin (4/11). (Foto: detak-palembang.com)
PUBLICANEWS, Palembang - Polisi akan memeriksa kejiwaan asisten rumah tangga (ART) ST (36) yang tega memasukkan bayi kandungnya ke dalam mesin cuci. Peristiwa tersebut terjadi di rumah majikannya di Jalan Telaga, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Senin (4/11).

Kapolresta Palembang Kombes Didi Hayamansyah akan melibatkan psikolog guna membantu penyelidikan lanjut. "Kita akan lihat apakah kondisi kejiwaan tersangka ini terganggu atau tidak sehingga tes ini diperlukan," kata Didi di kantornya, Rabu (6/11).

Motif sementara ST sakit hati karena ditinggal sang kekasih, AD. Ia sudah berusaha mencari dan menghubungi AD namun tak ada jawaban.

Polisi juga akan memanggil kekasih tersangka guna dimintai keterangan. "Pacar tersangka akan kita mintai keterangan, apakah ada keterlibatan atau tidak," ujarnya.

Kepada penyidik, ST berdalih perbuatan kejinya itu bukan menjadi rencananya. Ia tak bermaksud membunuh, melainkan menyembunyikan sementara dari majikannya, setelah itu menyerahkannya ke panti asuhan.

"Pengakuannya tidak bermaksud membunuh, diletakkan di dalam mesin cuci hanya sementara. Tapi itu pengakuan sementara, nanti akan kita dalami lagi," Didi menjelaskan.

ST bekerja 6 bulan di rumah Ferdyta Azhar, anak kedua dari eks Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki. Selama bekerja, pelaku menggunakan stagen guna menyembunyikan kehamilannya.

Kuasa hukum Azhar, Firdaus Hasbullah, menjelaskan kliennya terkejut mendengar ST melahirkan di rumah mereka dan dibunuh dengan tragis. Atas insiden itu, Azhar melapor ke polisi. "Agar tak terjadi simpang siur dan fitnah," ujar Firdaus kepada wartawan di tempat terpisah.

Kasus tersebut terungkap ketika rekan ST mendengar tangis bayi dari dalam mesin cuci dalam kondisi menyala. Saat diperiksa, terdapat kantong plastik hitam berisi bayi yang dibungkus handuk.

Bayi langsung dilarikan ke RS Siloam, namun nyawanya tak tertolong. Jasad kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk divisum. Hasilnya terdapat luka lecet di leher kanan serta atas bibir. Polisi menetapkan ST sebagai pelaku tunggal. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top