Kriminalitas Jakarta

Pembunuh Bayaran Kelapa Gading Tertangkap di Maluku

publicanews - berita politik & hukumGelar kasus percobaan pembunuhan seorang suami di Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan dua pelaku tertangkap yakni JRS alias HER dan BHS. (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi menangkap pembunuh bayaran JRS alias HER dalam kasus percobaan pembunuhan terhadap VT di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 13 September 2019. Tim Resmob Polda Metro Jaya mengejarnya hingga ke Desa Haranggur, Kecamatan Kei Besar, Maluku Tenggara, Minggu (27/10).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, JRS sempat hendak kabur dari pagar, namun urung karena belakang rumahnya adalah jurang yang curam.

"Iya benar pelaku sudah tertangkap di rumah pamannya di Pulau Kei," Kata Argo dalam gelar kasus di kantornya, Kamis (31/10).

Saat itu JRS sedang berkumpul dengan keluarga, lalu kabur begitu mengetahui polisi datang. "Yang bersangkutan mau melarikan diri, tapi anggota (polisi) juga sudah ada yang jaga di belakang rumahnya," Argo menambahkan.

Dengan tertangkapnya JRS, masih ada tiga pelaku yang buron. Mereka adalah BO, IB, dan IN. IB punya peran sama seperti JRS, yakni eksekutor. Sementara BO merekrut eksekutor dan IN selaku joki.

"Dalam memburu para tersangka, Resmob Polda Metro Jaya membantu Polsek Kelapa Gading dan Polres Jakarta Utara," ujar Argo.

Istri dan Sopir Selingkuh Sewa Pembunuh Habisi Suami

Kasus ini bermula dari perselingkuhan YL (40), istri korban VT, dengan supir Bayu Hiyas Sulistiawan (33). Rencana pembunuhan terjadi ketika Bayu mengantar korban ke sebuah daerah, di tengah jalan ia pura-pura muntah dan tiba-tiba menusuk leher VT. JRS yang juga di lokasi berusaha menusuk perut korban tapi gagal.

Korban berhasil menyelamatkan diri ke rumah sakit dan melapor ke Polsek Kelapa Gading. Selang tiga hari, 16 September 2019, polisi menangkap Bayu di Bali an YL di rumahnya.

Dari keterangan YL sebagai otak perencana pembunuhan, sang suami hendak dibunuh dengan racun sianida yang sudah dibeli melalui daring. Rencana pun berubah dan YL memutuskan menyewa eksekutor. Polisi menduga motif kasus ini adalah ingin menguasai harta korban dengan bumbu asmara.

"Jadi setelah melakukan penusukan, dia (JRSP kemudian terbang atau kembali ke daerah Maluku," Argo menambahkan.

Polisi menjerat JRS dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan Pasal 353 KUHP tentang penganiayaan. Ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top