Surabaya

Mak Susi Segera Jalani Sidang Provokasi Asrama Papua

publicanews - berita politik & hukumWarga Papua melakukan aksi dan kerusuhan dui Wamena, Papua. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Surabaya - Berkas perkara terduga provokasi di Asrama Papua Tri Susanti alias Mak Susi dinyatakan telah komplet. Ikut dengan Susi adalah dua tersangka lainnya, yakni Syamsul Arifin dan Andria Ardiansyah.

Mengenakan baju orange dengan tangan terborgol ketiganya akan menjalani penahanan 20 hari ke depan di Rutan Klas I Surabaya atau Rutan Medaeng, Jawa Timur.

Susi masih sempat bercakap dengan awak media. Ia menyebut dalam keadaan baik meskipun sangat rindu pada anak karena lama tidak bertemu.

Wanita yang diketahui sebagai kader Partai Gerindra ini akan didakwa berdasar Pasal 28 ayat 2 juncto 45 a, Pasal 14, Pasal 16 UU pidana. Ancaman hukuman 6 tahun penjara. Susi pun menyatakan siap menjalani sidang.

"Insya Allah siap," ujar Susi saat meninggalkan Mapolda Jawa Timur, Kamis (31/10).

Kuasa Hukum Sahid tengah mengupayakan pembebasan bersyarat kliennya. Ia meminta agar proses persidangan dapat dilakukan secara transparan.

Diketahui keributan asrama mahasiswa Papua terjadi pada 16 Agustus 2019 malam. Ratusan orang mengepung asrama karena menerima pesan berantai berisi pelecehan bendera merah putih.

Pesan itu bersumber dari Susi. Dalam Pemilu 2019, Susi gagal menjadi caleg Gerindra dari Dapil III nomor 8 Kota Surabaya,

Massa pengepung meneriakkan yel-yel, salah satunya menyebutkan kata 'monyet'. Pelecehan dengan penyebutan nama binatang itu menimbulkan reaksi keras di Papua.

Aksi massa disertai perusakan juga merembet terhadap pengusiran warga non Papua di bumi Cendrawasih. Bahkan pecah kerusuhan di Wamena membuat 33 orang meninggal. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top