Bom Molotov Kerusuhan September Serupa Buatan Teroris

publicanews - berita politik & hukumBarang bukti bom molotov yang digunakan dalam demo mahasiswa di DPR, Selasa (24/9) lalu. (Foto: Publicanews/bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bom molotov yang mendompleng aksi mahasiswa pada 24 September memiliki kesamaan dengan bahan-bahan yang biasa digunakan para teroris.

Penyidik Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Kompol Yandi mengatakan hal itu berdasarkan barang bukti dari penangkapan para tersangka. Bom tersebut dilemparkan pasca unjuk rasa damai mahasiswa di flyover Pejompongan, Jakarta Pusat.

"Kami sudah memeriksa barbuk, total 28 buah bom rakitan. Kita melihat ada kesamaan dengan bom teroris yang pernah kita tangani, kerap menggunakan paku-paku," kata Kompol Yandi dalam gelar kasus di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/10).

Yandi memastikan bom-bom yang dibuat dosen IPB Abdul Basith ini merupakan hasil rakitan dari tangan-tangan profesional. Meski komponennya tidak terlalu rumit, namun bahan-bahan yang digunakan tepat.

"Kita katakan bom rakitan karena komponen sudah lengkap ada kontainer, penyulut, dan bahan peledak," ujarnya.

Bom tersebut, ia menambahkan, menggunakan botol minuman, kemudian dimasukkan sebuk korek api yang sudah dihaluskan. Pelaku juga memasukkan deterjen yang sudah dicampur bahan bakar di lapisan paling bawah.

Tersangka menambahkan merica dengan harapan memiliki efek yang sama dengan gas air mata yang biasa digunakan polisi. Asap yang dihasilkan akan melukai mata.

Bom juga dilengkap puluhan paku yang ditempelkan di bagian luar botol. Apabila meledak, maka paku-paku tersebut akan tersebar dan melukai orang dalam radius 30 meter.

"Saat kita uji coba dengan boneka di lapanagan brimob, bom-bom molotov ini mengakibatkan kerusakan cukup kuat," Yandi menjelaskan.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono megungkapkan, penangkapan para tersangka ini bisa mencegah aksi mereka yang lebih bahaya lagi.

"Ini kelompok yang membuat chaos yang mendompleng di acara unjuk rasa. Bsa pengaruh ke pelantikan DPR dan pelantikan presiden," Argo menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top