Dokumen Belum Lengkap, Laporan Relawan Jokowi Terhadap Hanum Rais Ditunda

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Bareskrim belum mengeluarkan laporan polisi (LP) atas aduan Relawan Jam'iyyah Jokowi-Ma'ruf terhadap Hanum Salsabila Rais yang diduga menyebarkan ujaran kebencian.

Ketua tim kuasa hukum Jam'iyyah, Arif Rahman, mengatakan masih ada beberapa kekurangan dokumen legal standing dan dokumen bukti lainnya.

"Secara lisan laporan kita diterima, namun polisi belum mengeluarkan (surat) laporan karena masih ada yang kurang," ujar Arif kepada Publicanews seusai pelaporan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Meskipun berada di Bareskrim dari pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB, tim kuasa hukum hanya melakukan konseling dengan Tim Cyber Bareskrim.

Arif belum memastikan kapan akan melengkapi beberapa dokumen yang dibutuhkan dalam laporan tersebut. "Dalam waktu dekat ini ya," ujarnya.

Laporan tersebut berangkat dari munculnya unggahan akun Twitter anggota DPRD DI Yogyakarta itu. Hanum mengomentari peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto sebagai sebuah settingan.

Relawan Jam'iyyah Jokowi-Ma'ruf menilai unggahan itu hoaks dan ujaran kebencian. Kordinator relawan Rody Asyadi dan tim kuasa hukum menyebut pernyataan Hanum cenderung memperkeruh situasi dan menyesatkan opini.

Putri mantan Ketua MPR Amien Rais itu mencuit lewat akuntansi @hanumrais, kemarin, menyusul penyerangan terhadap Wiranto di Pandeglang, Banten. Isinya:

"Setingan agar dana deradikalisasi terus mengucur.
Dia caper. Krn tdk bakal dipakai lg
Play victim.mudah dibaca sbg plot

Diatas berbagai opini ygberedar terkait berita hits siang ini. Tdk byk yg benar2 serius menanggapi. Mgkn krn terlalu byk hoax-framing yg slama ini terjadi."


Cuitan tersebut telah dihapus, tetapi sejumlah warganet sempat menyimpannya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top