Relawan Jokowi Kecam Tindakan Brutal Terhadap Pejabat Negara

publicanews - berita politik & hukumJubir Komite Penggerak Nawacita Dedy Mawardi. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Relawan Jokowi yang tergabung dalam Komite Penggerak Nawacita (KPN) mengecam aksi brutal penusukan yang dilakukan pasangan suami istri Syahril Alamsyah dan Fitri Andriana terhadap Menko Polhukam Wiranto di Menes, Pandeglang, Kamis (10/10).

Jubir KPN Dedy Mawardi mengatakan, aksi brutal tersebut adalah tindakan yang tidak patut ditoleransi. Ia mengingatkan, bila membenci pemerintah maka kritisi kebijakannya, bukan menyerang fisiknya.

"Jadi perlu adanya edukasi kepada masyarakat, bahwa bila tidak senang dengan pemerintah sebaiknya mengkritisi kebijakannya, bukan menyerang fisiknya seperti yang terjadi dengan pak Wiranto," ujar Dedy di Jakarta, Kamis (10/10).

Dedy menegaskan, KPN mengecam keras tindakan brutal penusukan terhadap Wiranto. "Apapun alasannya aksi brutal itu enggak bisa kita benarkan, kami mengecam keras tindakan brutal itu," ujar Dedy.

Kepada aparat penegak hukum, KPN meminta untuk mengusut sampai ke dalang-dalangnya. Dedy mencurigai kedua pelaku yang baru dua bulan mengontrak di Menes, Pandeglang, itu sudah mengetahui akan ada kunjugan kerja Menko Polhukam.

"Aneh juga ya baru 2 bulan ngontrak di sana, jangan-jangan ada yang mendisain," kata Dedy Mawardi yang Sekjen Seknas Jokowi itu. (*/oca)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM11 Oktober 2019 | 15:23:55

    Memang ini penuh misteri dibalik kejadian penyerangan seorg aparat negara, harus diungkap dan terungkap mototiv semua ini, agar tdk terjadi salah tafsir di masy.

Back to Top