Para Jawara Geruduk PN Mojokerto, Ada Apa?

publicanews - berita politik & hukumPersaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengepung Pengadilan Negeri Mojokerto di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kamis (10/10). (Foto: kabarnganjuk.com)
PUBLICANEWS, Mojokerto - Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Jawa Timur, dipenuhi sekelompok pria berpakaian seperti jawara, Kamis (10/9). Mereka membawa sejumlah atribut, salah satu spanduk bertuliskan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko.

Kedatangan mereka sejak pukul 10.30 WIB untuk mengawal sidang pembacaan tuntutan perkara pembunuhan dan pembakaran pengusaha rongsokan Eko Yuswanto dengan terdakwa Priono alias Yoyok (38) dan Dantok Narianto alias Gondol (36). Kasus ini terjadi pada pertengahan Mei 2019.

"Kami meminta Pengadilan Negeri Mojokerto menjatuhkan vonis mati terhadap pembunuh saudara kami Eko Yuswanto," kata seorang koordinator massa PSHT Indarto kepada wartawan, Kamis (10/10).

Indarto menjelaskan, massa datang dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Mojokerto, Surabaya, Lamongan, Nganjuk, Jombang, Tulungagung, Bojonegoro, Kediri, hingga Gresik.

Mereka membawa spanduk bertukiskan 'Tegakkan Pasal 340 KUHP Hukuman Mati' dan 'Nyowo Bales Nyowo'. Aparat diterjunkan menjaga sekitar pengadilan. Gerbang pun ditutup rapat agar massa tidak masuk, kecuali perwakilan mereka.

Eko dibunuh Priono yang merupakan tetangganya sendiri di hutan kayu di Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, pada 13 Mei. Kondisi korban tengkurap dengan kepala terbungkus karung plastik.

Priono dan Dantok bekerja sama membunuh Eko dengan sebuah marmer usai menenggak minuman keras di rumah orangtua Dantok di Kenanten Gang 2, Desa Kenanten, Kecamatan Puri. Pelaku membakar mayat Eko di hutan kayu putih.

Disinyalir motifnya balas dendam, Priono sakit hati istri korban sering menghina Dantok dan keluarganya. Kematian Eko menyulut simpati warga dari perguruan silat PSHT. "Kami datang karena rasa solidaritas kita dan menuntut keadilan," Indarto menambahkan.

Kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP subsider Pasal 365 ayat (3) KUHP. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top