Dua Jurnalis Korban Kekerasan Mencari Keadilan ke Propam Mabes Polri

publicanews - berita politik & hukumJurnalis Vania Fitria (kiri) dan Haris Prabowo (kanan) membuat laporan kekerasan yang dialaminya ke Pengaduan Propam Mabes Polri, Rabu (9/10) sore. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua jurnalis korban kekerasan oknum polisi, yakni Haris Prabowo dari Tirto.co.id dan Vany Fitria dari Narasi TV, masih berjuang untuk mendapatkan keadilan.

Mabes Polri menolak laporan kedua jurnalis peliput aksi mahasiswa di kawasan Gedung DPR tersebut. Menurut kuasa hukum Ade Wahyudin dari LBH Pers, penolakan Mabes Polri ini seperti Polda Metro Jaya pada Jumat (4/10) pekan lalu. Alasannya karena polisi menganggap kasusnya belum jelas dan terbentur dengan Undang-undang Pers.

"Kita sampai berdebat dengan petugas dalam karena kasus kita dianggap tak berdampak luas," kata Ade Wahyudin kepada Publicanews di Mabes Polri, Rabu (9/10) sore.

Ade menjelaskan, saat proses konseling, seorang petugas melapor atasannya guna mencari solusi atas laporan kedua korban. Namun keputusan dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mabes Polri, mereka diarahkan mengadu ke Pengaduan Propam Mabes Polri.

Ade pun menyayangkan respon pelayanan petugas terhadap kasus yang sebenarnya sederhana, namun justru mendapat kesulitan karena terbentur prosedur institusi.

"Sebenernya kasus kita sederhana kok, kita mencari keadilan tapi petugas kok tergantung perintah atasan. Harus ke sinilah ke situlah," ujarnya.

Menurut korban Vany, ia hanya ingin mendapatkan kejelasan atas kasusnya. "Hape saya yang diambil aparat sampai sekarang enggak dibalikin," katanya.

Publicanews mengikuti usaha kedua korban dan pengacaranya mendatangi pos Pengaduan Propam. Hingga berita ini dibuat, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan LBH Pers masih melakukan konseling sebelum membuat laporan polisi.

Sementara Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta Erick Tanjung berencana membawa kasus ini ke Komnas HAM. "Rencananya besok kita akan ke sana," Erick menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top