Diduga Dibunuh, Kematian Aktivis HAM Medan Golfried Siregar Tak Wajar

publicanews - berita politik & hukumKuasa hukum Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara Golfried Siregar. (Foto: analysisdaily)
PUBLICANEWS, Medan - Kuasa hukum Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara Golfried Siregar (30) meninggal setelah menjalani perawatan tiga hari di rumah sakit. Aktivis HAM ini sebelumnya dikabarkan mengalami kecelakaan pada Kamis (3/10).

Namun, Golfried diduga bukan korban kecelakaan lalulintas. Pasalnya, bagian kepala yang terluka mirip akibat kena pukulan benda tumpul, sedangkan di tubuhnya tidak ditemukan luka lazimnya benturan dengan aspal jalan.

"Sepeda motornya juga dicek teman-teman ke kantor polisi, tidak ada yang rusak tanda-tanda kecelakaan," kata Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto, di kantornya, Senin (7/10).

Eko menambahkan, polisi akan membuka kembali kasus ini. Polisi telah mengecek tukang becak yang menemukan korban. "Berdasar pengecekan CCTV ada 4 orang yang mengantarkan korban ke rumah sakit," ujarnya.

Saat kejadian, motor korban tidak mengalami kerusakan seperti lazimnya kecelakaan di jalan raya. Sementara barang korban seperti tas, laptop, dompet, dan cincin raib

Golfried ditemukan tak sadarkan diri di Flyover Simpang Pos, Medan, Sumatera Utara. Pengemudi becak yang menemukannya membawa ke RS Mitra Sejati sebelum dirujuk ke RSUP H Adam Malik.

Istri Golfried kehilangan jejak suaminya sehari sebelum dikabarkan mengalami kecelakaan. Direktur Walhi Sumut Dana Tarigan mengatakan banyak kejanggalan dalam kasus tewasnya Golfrid. Selain Tempurung kepala yang dikabarkan hancur, juga salah satu matanya lebam. Dana menyebutkan ada kemungkinan korban dibunuh. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top