Polisi Tangkap Pengedit Yelyel TNI 'Macan Jadi Kucing, Meong, Meong'

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap tiga orang tersangka pengedit dan penyebar suntingan video yelyel anggota TNI.

Pelaku editing Andika (34), warga Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat. Ia menggabungkan video prajurit TNI yang tengah melakun yelyel dengan suara suporter sepakbola yang meneriakkan 'macannya jadi kucing, meong meong'.

Andika memasang hasil editannya di akun Facebook pribadinya, Andika Phe-toys Betawie Gandul. Ia menulis keterangan 'Saya tau yg dimaksud bapak TNI ini macannya jadi kucing...😁 Meong...meong..meong'.

Video itu kemudian ikut disebarkan oleh Maryanto alias Marrio Maryanto Rossoneri (36) dan Abdul Rohman alias Rohman Abd (32).

"Hasil editing video tersebut disebarkan melalui semua media sosial dan juga dark sosial, seperti di grup-grup WA dan telegram," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo, dalam jumpa pers di Humas Polri, Jakarta, Jumat (4/10).

Rohman yang ditangkap oleh jajaran Polda Jatim lantaran menambahkan keterangan: 'CURHATAN TNI (AD, AL, AU) SEJATINYA SAMA. DIREZIM JOKOWI SAJA TNI DI KEBIRI, ERA SOEKARNO(Jdr. Sudirman), Soeharto, BJ. HABIBIE, GUSDUR, SBY TNI MASIH PUNYA TARING, GILIRAN REZIM INI HARIMAUNYA ASIA BERUBAH MENJADI KUCING'.

Sedangkan dalam akun Facebook Marrio Marrianto Rossoneri dengan keterangan unggahan: 'Terimaksih Mahasiswa pergerakanmu bisa membuat perubahan #macanedadikucing vidio hanya hiburan'.

Menurut Rickynaldo, motif para pelaku itu mengedit yelyel TNI untuk memecah belah sinergitas antara TNI-Polri. "Untuk memperkeruh suasana pengamanan pada situasi nasional yang dipenuhi unjukrasa akhir-akhir ini," Rickynaldo menegaskan.

Ketiga tersangka diduga melanggar Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016  tentang ITE dan/atau Pasal 14 (1) UU no.1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan/atau Pasal 207 KUHP dan/atau Pasal 208 KUHP dengan ancaman pidana hukuman 9 tahun penjara. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top