Jakarta

Kapolda Metro Janji Hukum Anggotanya yang Persekusi Demonstran

publicanews - berita politik & hukumKapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddi Pramono. (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddi Pramono berjanji akan memberi sanksi tegas terhadap anggotanya yang melakukan persekusi para demonstran di kawasan Gedung DPR pada Selasa (24/9) dan Rabu (25/9).

"Kita lihat dulu perbuatannya seperti apa, jika terbukti benar adanya pasti akan kita proses," ujar Gatot kepada Publicanews di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/10).

Pelanggaran disiplin dan kode etik anggota Polri juga terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Namun permasalahannya langsung diusut dan ditangani Propam Polda Sulsel. Ketika ditanya bagaimana dengan Jakarta, Gatot belum memastikan berapa jumlah anggotanya yang melakukan kekerasan.

"Kita selidiki berdasarkan SOP-nya. Tentu kita tidak tinggal diam, hanya saja kita harus tahu kronologisnya, berapa aparat yang ada di sana saat itu," Gatot menambahkan.

Sebelumnya, Setara Institute mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian buka suara soal kekerasan yang dilakukan aparat keamanan dalam penanganan demonstrasi mahasiswa menolak Revisi UU KPK dan RKUHP.

Kapolri pun diminta melakukan investigasi terhadap polisi yang bertindak secara represif. Direktur Setara Institut Ismail Hasani mengingatkan, kekerasan polisi terhadap warga sipil tidak bisa disangkal.

"Momen itu sudah terlanjur terekam dalam video dan viral di jagat maya, menjadi bukti nyata bahwa kekerasan itu benar-benar terjadi," kata Ismail Hasani beberapa waktu lalu.

Ia mencontoh permintaan maaf yang dilakukan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Guntur Laupe atas jatuhnya korban dalam bentrokan aparat dengan demonstran, termasuk pengejaran demonstran hingga memasuki masjid. "Tentu bisa menjadi contoh empati dan dukungan institusi Polri dalam menjaga demokrasi," Ismail menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top