Empat Jurnalis Bawa Bukti Kekerasan Polsi ke Polda Metro Jaya

publicanews - berita politik & hukumAksi unjuk rasa sejumlah wartawan di Bundarah HI beberapa waktu lalu yang mengecam aksi intimidasi oknum polisi. (Foto: WA Group wartawan)
PUBLICANEWS, Jakarta - Empat jurnalis portal berita mendatangi Mapolda Metro Jaya, mereka adalah korban kekerasan aparat saat meliput aksi mahasiswa di kawasan Gedung DPR pada Selasa (24/9) lalu.

Keempat jurnalis tersebut adalah Nibras Nada Nailufar dari Kompas.com, Tri Kurnia dari Katadata.com, jurnalis Tirto.co.id, dan wartawan narasi.id. Menurut Direktur Eksekutif LBH Pers Ade Wahyudin, sebetulnya ada tujuh wartawan yang mengalami kekerasan, namun hanya empat yang melapor.

Ade yang mendamping para jurnalis ini membawa barang bukti kekerasan fisik maupun intimidasi yang dilakukan polisi.

"Barang buktinya berupa tulisan atau artikel yang ada di Tirto, foto-foto, dan video yang ada di Kompas.com," kata Ade Wahyudin kepada Publicanews, Jumat (4/10).

Para jurnalis ini datang ke Mapolda sejak pukul 09.00 WIB tadi, namun hingga siang ini belum bisa membuat laporan resmi. Menurut Ade, ada kesalahan prosedur pelaporan.

Semula mereka mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). "Tapi terus disuruh ke Ditkrimsus. Karena ada unsur pidana disuruh lagi ke Ditkrimum. Sekarang masih menunggu," ujar Ade.

Sebenarnya ada lima jurnalis yang hendak melapor. Namun Tri Kurnia hanya menyerahkan surat keterangan dokter yang menyatakan ada memar di kedua pelipis mata, kepala bagian atas, dan bibir. Ia kena pukul oknum polisi saat meliput aksi mahasiswa di kawasan Gelora Bung Karno.

"Kita hanya membawa surat dari pemeriksaan dokter karena untuk upaya visum harus ada laporan kepolisiannya," Ade menjelaskan.

Ade menceritakan bahwa Kurnia sudah menunjukkan kartu pers, tapi tetap saja dianiaya polisi pada malam hari itu. Kurnia mengaku tidak ingat jumlah polisi yang memukulinya, smapai seorang komandan polisi mengamankannya dari aparat.

"Polisi menggeledah tas dan seluruh barang bawaannya. Bahkan, polisi menghapus semua rekaman video terkait kericuhan," kata Ade. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top