Kriminalitas Jakarta

Istri dan Sopir Selingkuh Sewa Pembunuh Habisi Suami

publicanews - berita politik & hukumBHS dan YL dihadirkan saat gelar kasus di Mapolres Metro Jakarta Utara. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tragedi rumah tangga YL (40) dan suaminya VT mirip sinetron yang memadukan kisah dendam, asmara, dan kejahatan. Kisah pilu itu bermula dari sakit hati diduakan suami, YL kemudian kerap menumpahkan rasa sakit hati kepada sopir keluarga.

Sang sopir BHS (33) menangkap kegundahan tersebut, yang membuat hubungan keduanya makin intim. Impas, selingkuh dibalas perselingkuhan.

Tetapi, cerita tak selesai di situ. YL dan BHS yang mabuk cinta gelap kelewatan melangkah. Mereka merencanakan membunuh VT.

Awalnya, YL berniat menaruh racun sianida di kopi suaminya. Namun, rencana itu gagal total. Wanita itu panik saat mencampurkan racun di minuman sang suami.

Rencana kedua dipilih, yaitu mencari pembunuh bayaran. Mereka menyewa HER dan BK dengan bayaran Rp 300 juta. Skenario rapi mereka siapkan.

Seperti biasa, BHS mengantarkan tuannya ke kantor pada 13 September 2019 lalu. Di tengah jalan, di depan North Jakarta Intercultural School Kelapa Gading, Jakarta Utara, BHS mendadak mengaku mual. Ia minta izin keluar mobil dan lari mencari kamar kecil.

Tak berselang lama, dua pria mendadak membuka pintu mobil yang tak terkunci. VT yang duduk di samping kemudi ditebas di bagian leher. Eksekutor kemudian mencoba merajam perut korban.

Korban yang dalam keadaan terluka masih bisa menutup pintu mobil dan menguncinya. Ia kemudian meraih kemudi dan memacu obilnya ke rumah sakit terdekat meski darah mengucur di leher.

“Korban langsung mengarah ke rumah sakit, mendapatkan perawatan,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto saat dikonfirmasi, Rabu (2/9).

VT meminta pihak rumah sakit memanggil polisi karena takut akan kembali mendapat serangan orang tak dikenal. Namun, ia juga curiga kenapa sang sopir tak bisa dihubungi.

Polisi yang mengembangkan kasus ini melacak keberadaan BHS yang ternyata sudah terbang ke Bali. Polisi yang mencokok si sopir di Pulau Dewata mendapat pengakuan perbuatan keji itu ia rancang bersama YL, istri korban. BHS mengaku ingin menguasai harta majikannya. Sedangkan YL murni karena sakit hati.

BHS dan YL dijerat 340 KUHP juncto Pasal 53 KUHP tentang pembunuhan berencana subsidair Pasal 353 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. Polisi masih memburu HER dan BK. Mereka dinyatakan buron. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top