#ReformasiDikorupsi

Aksi 'Gejayan Memanggil 2' Libatkan Buruh, Pelajar, dan Waria

publicanews - berita politik & hukumWaria ikut aksi demo di Simpang Tiga, Colombo, Gejayan, Sleman, DIY, Senin (30/9). (Foto: Suarayogya)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Ribuan mahasiswa berbagai perguruan tinggi kembali menggelar aksi menolak UU KPK dan RKUHP di Simpang Tiga, Colombo, Gejayan, Sleman, DIY, Senin (30/9). Mereka menyatakan diri sebagai Aliansi Rakyat Bergerak dengan jargon 'Gejayan Memanggil 2'.

Para mahasiswa melakukan konvoi dari kampus masing-masing menuju Gejayan. Mahasiswa UGM, misalnya, berkumpul di Bunderan UGM, sedangkan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga berkumpul di Gedung Multipurpose.

Massa tidak sebatas mahasiswa. Ikut bergabung para pelajar sekolah menengah dengan pakaian bebas. Bahkan dalam demo tersebut mereka ikut menggelar spanduk dan berorasi dari Lavender. Ikut pula Hiwayo (Himpunan Waria Yogyakarta) dan aktivis lainnya.

Puluhan pria kemayu itu membawa spanduk bertulisan '#Sahkan RUU PKS'. Salah satu dari mereka yang ikut berorasi mengingatkan kepada rekan-rekannya, 'Jangan lupa pakai sunblock (krim pelindung matahari), karena sunblock adalah kunci".

Humas Aliansi Rakyat Bergerak Nailendra membenarkan aksi diikuti seluruh eleman masyarakat. Ia menyebut ada buruh, tani, jurnalis, dan elemen sipil lainnya.

"Aliansi Rakyat Bergerak bukan eksklusif gerakan mahasiswa. Sekarang yang sudah konfirmasi yang ikut serta ada dari pelajar, buruh, jurnalis dan ada beberapa organisasi komunitas pergerakan," kata Nailendra, Senin siang.

Aksi hari ini, katanya, akan menyerukan penolakan RKUHP dan mendesak agar RUU bermasalah segera dicabut dan dikoreksi. Massa juga mendesak agar RUU Penggapusan Kekerasan Seksual segera disahkan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top