Polri Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Dua Mahasiswa Kendari

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Kendari - Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto membenarkan Polri membentuk tim gabungan untuk menginvestigasi kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo Kedari. Tim ini melibatkan Ombudsman RI untuk mengusut kematian Randi dan Yusuf dalam demo mahasiswa menentang Revisi UU KPK dan RKUHP.

"Investigasi untuk mengungkap kejadian sebenarnya saat unjuk rasa, akan dilakukan profesional dan transparan ke publik," kata Ari Dono kepada wartawan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (28/9).

Ia mengungkapkan kewenangan utama investigasi ini pada prinsipnya tugas polisi. Meski demikian, tetap terbuka ruang apabila ada pihak yang membantu dari komponen lain, seperti Ombudsman, Komnas HAM, maupun akademisi.

"Tim investigasi bekerja secara transparan untuk membuktikan peristiwa yang terjadi," Ari menjelaslan.

Polisi baru tahap olah tempat kejadian perkara (TKP), sekaligus menarik semua jenis senjata yang digunakan aparat dalam pengamanan di DPRD Sultra. Ia menegaskan, pengamanan unjuk rasa dilarang penggunaan senjata kecuali perisai, tongkat polisi, dan gas air mata.

"Karena ada temuan selongsong peluru maka perlu diperiksa, termasuk polisi yang ditugaskan. Perlu kita data senjata apa saja yang dibagi, amunisinya berapa untuk diteliti," Ari menegaskan.

Sejauh ini, tim investigasi sudah mengantongi hasil autopsi dan rekam medis dari kedua jenazah. Tim akan menyampaikan hasil investigasi kepada publik. "Harapannya lebih cepat lebih baik, sekarang pun tim sudah bekerja," ia menambahkan.

Diketahui dalam aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa di Kantor DPRD Sultra di Kota Kendari, Kamis (26/9), dua mahasiswaFakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO). Randi (21) mmeninggal dengan luka tembak di dada kanan.

Kemudian Muh Yusuf Kardawi (19) meninggal setelah menjalani operasi akibat luka serius pada bagian kepala, di RSUD Bahteramas, Jumat (27/9). (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top