Terorisme

Ada Surat Perpisahan, Teroris di Cilincing Siap Jadi 'Pengantin'

publicanews - berita politik & hukumBarang bukti bahan peledak yang diamankan dari rumah Mohamad Arsad alias Mury (20) di Jalan Belibis V, RT 13/RW 04, Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (23/9). (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Densus 88 Polri menemukan sepucuk surat perpisahan dalam penggerebekan di rumah terduga teroris Mohamad Arsad alias Mury (20), Jalan Belibis V, RT 13/RW 04, Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Surat tersebut menjadi salah satu barang bukti yang diamankan.

Dalam surat yang berisi rencana peledakan itu, polisi memastikan Mury adalah 'pengantin' bom bunuh diri.

"Di antara barang bukti, ditemukan surat. Itu surat pamitan mau melakukan pengeboman," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono yang meninjau lokasi penggerebekan, Senin (23/9).

Dalam surat tersebut, tertulis waktu dan lokasi rencana pengeboman, namun penyidik saat ini belum mau mengungkap lokasinya. Polisi masih mendalami penyebaran jaringan Jamaah Anshsrut Daullah (JAD) kelompok Abu Zee ini hendak melakukan aksi terornya.

"Memang ada rencana untuk melakukan pengeboman tetapi kita belum mendapatkan informasi jelas mau mengebom di daerah mana," ujarnya.

Densus 88 Tangkap Abu Zee Beserta 7 Anggotanya Bersamaan

Argo juga menjelaskan, ternyata masih ada bahan peledak aktif yang tersimpan di dalam rumah Mury. Ada beberapa bahan-bahan yang juga siap digunakan.

"Ini masih kita persiapkan untuk kita lakukan evakuasi. Artinya kita amankan nanti kita lakukan disposal (ledakkan) di sana," ia menambahkan.

Penangkapan Mury merupakan lanjutan dari tujuh terduga teroris yang diringkus di beberapa titik di Bekasi, Jawa Barat, pagi ini. Salah satunya yakni Ketua JAD Abu Zee.

Dua anggota Abu Zee, pasangan suami istri Asep Roni (23) dan Sutiah (19) ditangkap di rumahnya di Perum Alamanda Regency, Blok N, Jalan Nirwana II, Karang Satria, Tambun Utara, Bekasi, pukul 07.05 WIB.

Pelaku lainnya yang turut diamankan Densus 88 yakni Surya Juniawan alias Haydar Al Ghazi, Igun GUnawan, Sandi Purnama, dan Awal Septo Hadi. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top